Beranda Metropolis

Dampak Pembangunan Double Track, Bima Arya Tak Tahu Nilai Kerahiman

Salah satu lokasi pembangunan double track KA Bogor-Sukabumi di sekitar Cipaku-Batutulis.

BOGOR–RADAR BOGOR, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, belum mengetahui berapa nilai kerahiman bagi warga yang terkena dampak pembangunan double track.

Menurut Bima, saat ini masih dilakukan penghitungan tim appresial dari Balai Perkeretaapian Jawa Barat, dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Kita belum tahu, itu nanti tergantung dari kementerian,” kata Bima kepada radarbogor.id di Graha Pena Radar Bogor, Jumat (11/10/2019) sore.

Meski begitu, Pemkot Bogor sudah menyampaikan seluruh aspirasi warga yang terkana dampak pembangunan double track kepada kementerian. Bahkan, Bima menyampaikan tiga hal kepada kementerian.

Pertama warga ingin nilai kerahiman yang layak. Warga juga ingin meminta waktu paska pencairan nilai kerahiman untuk melakukan pengosongan. “Ketiga rencana Pemkot Bogor menyiapkan lahan relokasi,” papar Bima.

Soal lahan relokasi, Pemkot Bogor masih melakukan pembahasan. Pemkot, lanjut Bima sudah menyiapkan dua lahan, pertama di Kampung Parung Jambu RT 10, Kelurahan Empang seluas 3,5 hektare, dan lahan di Kelurahan Kertamaya.

“Lahan kan sudah ada, tinggal mempersiapkan saja, siap nantiya yang akan membangunnya. Karena kita berharap program Kementerian PUPR,” ucap Bima.

Untuk diketahui, dalam pembangunan double track ini terdapat 1.645 rumah 10 kelurahan Kota Bogor terkena dampak. Masing-masing Kelurahan Rancamaya, Kertamaya, Genteng, Cipaku, Lawanggintung, Empang, Batutulis, Bondongan di Kecamatan Bogor Selatan.

Sementara, dua kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, yakni Paledang, dan Gudang sudah selesai dilakukan pendataan.(dkw)

Baca Juga