Beranda Berita Utama

Bantah Ada Rekayasa, Polisi: Abu Rara Berharap Ditembak Mati Saat Tusuk Wiranto

JAKARTA-RADAR BOGOR,Abu Rara alias SA, penyerang Menkopolhukam ternyata berharap polisi menembak mati dirinya saat ia menghujam perut Wiranto dengan kunai, Kamis (10/10) kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Dedi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Abu Rara mengaku tak takut ditangkap polisi. Bahkan dia berharap bisa ditembak mati saat melakukan penyerangan.

Jalani Operasi Selama 3 Jam, Wiranto Lewati Tahap Kritis

“Ia sudah berkomitmen dengan istrinya (FA). Dia bilang, ‘Kamu nyerang polisi, saya (Abu Rara) nyerang pejabat yang turun dari helikopter. Harapan saya (Abu Rara) akan ditangkap, kemudian saya akan lakukan perlawanan semaksimal mungkin sampai ditembak mati’. Kalau itu terjadi, ia menganggap jihadnya berhasil. Istrinya juga sama,” kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri Jakarta, Jumat (11/10).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu pun membantah keras jika penyerangan kepada Wiranto adalah hasil rekayasa. “Tidak mungkin (direkayasa). Saya sampaikan tadi, seseorang kalau sudah terpapar radikalisme, ada prosesnya panjang sampai akhirnya dia punya tingkat keberanian. Itu butuh proses,” pungkas Dedi.

Untuk diketahui, Wiranto ditusuk oleh Abu Rara di tengah kunjungannya ke wilayah Pandeglang, Banten. Ketum PP PBSI itu secara tiba-tiba ditusuk sesaat setelah turun dari mobilnya di Alun-alun Menes. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video pendek dan langsung viral di media sosial.

Selain Abu Rara, polisi juga mengamankan istrinya yang berinisial FA, 21. (JPG)

Baca Juga