Beranda Metropolis

Klaim BPJS di RSUD Kota Bogor Macet, Dewan : Jangan Sampai Rugikan Masyarakat

Pasien menunggu pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

BOGOR – RADAR BOGOR, Tunggakan pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bogor kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mendapat sorotan DPRD Kota Bogor.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Saeful Bakhri mengatakan, hal itu akan merugikan masyarakat yang merupakan peserta BPJS Kesehatan karena bisa tak terlayani.

“Kelancaran pembayaran klaim BPJS dikawatirkan akan dijadikan sebagai salah satu alasan oleh RS baik pemerintah atau swasta dalam melayani pasien BPJS kesehatan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (9/10/2019).

Selain itu, sambung dia, Sumber Daya Manusia (SDM) rumah sakit didominasi oleh tenaga non ASN. Sehingga, operasional benar-benar mengandalkan lancarnya klaim pembayaran BPJS Kesehatan. “Kita harus sadar RSUD Kota Bogor memiliki keunikan tersendiri,” tutur dia.

Terlepas dari RSUD Kota Bogor yang telah menjalin kerjasama dengan pihak bank terkait dengan klaim BPJS yang seringkali telat, menurut Politisi PPP tetap saja hal tersebut menjadi perhatian penting.

Apalagi seiring dengan naiknya tarif iuran BPJS Kesehatan yang seharusnya diiringi juga dengan perbaikan sistem pengelolaannya secara keseluruhan.

“Itu kan menjadi limit yang harus dihindari, ini perlu karena rumah sakit sangat perlu dukungan anggaran agar cash flow terus bisa terjaga sehingga kualitas operasional pelayanan dapat terus ditingkatkan dan tentunya evaluasi proses dari hulu ke hilir pembayaran klaim BPJS perlu dilakukan,” beber dia.

Karena itu, lanjut dia, Komisi IV akan berupaya mendorong agar BPJS Kesehatan bisa melakukan pembayaran tepat waktu. “Itu menjadi kunci utama, saya harap pembayaran tidak dilakukan injury time dan pas jatuh tempo,” tegasnya.

Sebelumnya, Kabag Keuangan RSUD Kota Bogor, Rifki Mubarok mengungkapkan, tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan KCU Bogor kepada pihaknya mencapai Rp27 miliar.

“Itu tunggakan Juli sampai dengan Agustus 2019, untuk September rekapannya belum masuk,” ujar Rifki kepada Radar Bogor, kemarin (8/10).

Ia mengakui, keterlambatan pembayaran sering kali terjadi. Tapi bukan saja pada RSUD Kota Bogor melainkan juga rumah sakit lainnya.

Di RSUD sendiri, keterlambatan ini mulai bulan September 2018. Tagihan biasanya dibayarkan antara satu hingga satu setengah bulan kemudian. “Tagihan Juli kemungkinan dibayar awal Oktober ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Keuangan pada BPJS Kesehatan Bogor, Harika mengungkapkan pembayaran klaim RSUD Kota Bogor setiap bulan dibayarkan sesuai jatuh tempo klaim. Dimana prioritas pembayaran adalah yang sudah jatuh tempo terlebih dahulu.

“Pembayaran sudah sesuai dengan tanggal jatuh tempo, yang jatuh tempo duluan dibayarkan terlebih dahulu,” ungkapnya. (gal/c)

Baca Juga