Beranda Bogor Raya

Status Milik Pemkab Bogor, Dua Tahun Jalan Raya Cibeber Dibiarkan Rusak

Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Raya Cibeber 1 di Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, kemarin (8/10). Jaenal/radarbogor

LEUWILIANG-RADAR BOGOR, Sejumlah pengendara bermotor mengeluhkan kondisi Jalan Raya Cibeber 1 di Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang yang rusak.

Pemdes setempat tak dapat berbuat banyak lantaran status jalannya milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Pantauan Radar Bogor, kerusakan jalan tak hanya di Desa Cibeber I melainkan sampai ke perbatasan Desa Cibeber II. Padahal akses tersebut setiap harinya dilintasi warga dari dua desa maupun jalan alternatif ke wilayah Kecamatan Leuwisadeng.

Menanggapi hal ini Pjs Desa Cibeber 1, Dedi Sukmedi menjelaskan, jalan Cibeber I merupakan kewenangan Pemkab Bogor, bukan kewenanga Pemdes.

Meski begitu, pihaknya tidak berdiam diri, ia mengaku sudah mengajukan adanya perbaikan jalan ke Pemkab Bogor, tetapi belum ada respon hingga saat ini.

“Kami dan masyarakat sudah resah dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Kalau dari perencanaan, Jalan Cibeber I sudah masuk anggaran 2019,” katanya.

Dedi juga menambahkan, masyarakat sempat merencanakan unjuk rasa dan berencana menanam pohon pisang di tengah jalan. Namun, rencana itu masih bisa ditahan oleh Pemdes setempat.

“Kita meminta Pemkab Bogor respon akan keluhan warga dan cepat memperbaiki kondisi jalan yang rusak dan berlubang,” pintanya.

Lebih lanjut Dedi mengaku, selain dilalui warganya jalan tersebut menjadi alternatif ke wilayah Desa Cibeber II, dan kondisinya sama rusak parah. Selain itu, ukuran jalannya pun kecil dan hanya masuk untuk satu mobil saja.

“Jalan ini hidup dan sebagai alternatif bisa ke arah Desa Barengkok, Cibeber II bahkan ke wilayah Kecamatan Leuwisadeng, artinya akses ini sangat sentral dan penting bagi warga sekitar,” ucapnya.

Sementara, Jajang Abidin (43) warga sekitar meminta pemerintah setempat untuk memperbaiki jalan yang rusak. Beberapa pengendara sempat terjatuh di jalan tersebut, lantaran selain jalan berlubang dan juga kontur jalan berpasir.

“Sudah banyak yang jatuh, saya minta secepatnya diperbaiki, sudah dua tahun dibiarkan rusak,” tukasnya. (nal/ded/c)

Baca Juga