Beranda Metropolis

Lokasi Relokasi Warga Kota Bogor Terdampak Proyek Double Track Belum Jelas

Pembangunan rel ganda (double track) Bogor-Sukabumi.

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya angkat bicara mengenai terancamnya pasokan air sebanyak 70 persen pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan hingga Istana Bogor, dampak proyek double track atau jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi.

Dihubungi Radar Bogor, pihaknya atau Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera berkoordinasi perihal tersebut.

“Ya, itu akan di koordinasikan juga, termasuk ke materi kita cek juga,” katanya, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, Pemkot saat ini masih terus mengupayakan berbagai hal yang berkaitan dengan dampak pembangunan double track.

Salah satunya juga mengenai pipa distribusi air baku milik PDAM Tirta Pakuan yang tertanam di sepanjang lokasi rencana double track. “Akan kita dorong untuk segera di relokasi,” tegas Bima.

Mengenai relokasi warga yang terdampak, Bima juga memastikan bahwa hingga saat ini, Pemkot belum bisa memastikan lokasi mana yang akan dimanfaatkan.

Kata dia, rencana pembangunan tempat tinggal sementara warga masih dalam proses.

“Belum ada update terbaru, kita juga kan masih menunggu jadwal,” ungkap dia.

Sementara itu, validasi serta penilaian terhadap data-data bangunan terdampak proyek double track atau jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi mulai dilakukan.

Sesuai rencana, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) bersama Tim Balai Perkeretaapian Jawa Barat telah bekerja di awal Oktober.

“Sejak 2 Oktober sampai saat ini, masih di lapangan melakukan validasi dan penilaian terhadap data-data bangunan terdampak,” ujar Camat Bogor Selatan Atep Budiman, Senin (7/10/2019).

Selama lima hari berjalan, kata Atep, tim telah menyelesaikan pendataan di tiga kelurahan.

Yakni Kelurahan Paledang dan Gudang Kecamatan Bogor Tengah serta Kelurahan Bondongan Kecamatan Bogor Selatan.

Saat ini pendataan sedang dilakukan di Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan.

“Kelurahan Empang masih on progress, yang sudah selesai terdata mungkin sudah sekitar 600 warga,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dari tim, sambung Atep, jadwal pendataan sementara hanya dilakukan hingga Rabu (9/10). Untuk selanjutnya tim masih menunggu jadwal lanjutan dari Tim Terpadu Provinsi Jawa Barat.

“Katanya sprint lapangan memang dikeluarkan bertahap oleh provinsinya,” ungkap Atep.

Menurut Atep, situasi di lapangan cukup aman dan lancar. Sebab, warga terdampak secara umum kooperatif. Jika pendataan tahap pertama berakhir pada Rabu (9/10/2019) maka masih ada enam kelurahan lagi yang harus didata.

“Total di Bogor Selatan ada tujuh kelurahan, kalau sampai tanggal 9 beres di Kelurahan Empang berarti ada lima kelurahan lagi,” imbuhnya.

Terkait lokasi relokasi sementara warga, Atep mengungkapkan bahwa hal itu masih dalam proses di tingkat Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor.

“Ada yang di BPKAD kaitan lahan asetnya, ada juga yang di Disperumkim kaitan program pembangunan infrastruktur bersubsidinya dan ada juga di PUPR,” pungkasnya.

Disisi lain, Bima juga menyoroti dampak yang akan dirasakan PDAM Tirta Pakuan lantaran pipa distribusi air baku yang tertanam di sepanjang lokasi rencana double track.

“Ya, itu akan di koordinasikan juga, termasuk ke materi kita cek juga, akan kita dorong untuk segera direlokasi,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga