Beranda Ekonomi

OVO Sandang Status Unicorn, Satu Lagi Menyusul Sebelum Tutup Tahun

JAKARTA – RADAR BOGOR, Indonesia punya unicorn baru. Setelah Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka, kini giliran OVO yang menyandang status tersebut. Gelar unicorn diberikan kepada startup dengan nilai valuasi lebih dari USD 1 miliar atau Rp 14 triliun.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku berbangga hati atas capaian tersebut. Target untuk bisa memiliki lima unicorn di tahun ini sukses terpenuhi. Bahkan, Gojek sudah naik level menjadi decacorn dengan valuasi lebih dari USD 10 miliar.

Kita patut bersyukur. Selamat datang pada OVO sebagai unicorn terbaru di Indonesia yang incorporated atau didirikan di Indonesia,” ujarnya ditemui di Jakarta, Sabtu (5/10).

Kepastian status baru OVO ini telah dipastikan sendiri oleh Rudiantara. Dia mengatakan, sudah berbicara langsung dengan pendiri dompet digital tersebut.

Makanya saya berani berbicara,” katanya lantas tertawa.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Chief RA ini juga melempar sinyal positif terhadap adanya unicorn baru yang bakal menyusul OVO. Dia menuturkan, ada satu startup yang berpotensi naik menjadi unicorn sebelum tutup tahun.

Transaksinya sedang berjalan,” ungkapnya.

Meski enggan menyebut nama, namun Rudiantara memberikan sedikit cluetentang calon unicorn baru ini. Sang calon bintang tak jauh-jauh dari sektor pendidikan. Ia pun tak memberi jawaban pasti ketika ditanya apakah startuptersebut Ruang Guru.

Saya nggak berani bilang. Nanti dikira hoax. Nanti aja,” tutur Mantan Wakil Direktur Utama PT PLN tersebut.

Dia optimistis target tercapai. Mengingat, banyaknya anggaran yang berputar di sektor tersebut.

Pemerintah saja menganggarkan dana 20 persen atau sekitar Rp 500 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Sektor kesehatan juga. Karena 5 persen APBN kita untuk kesehatan. Masa sih tidak ada unicorn dari dua sektor itu,” ungkapnya.

Selain itu, dia berharap, unicorn yang sudah besar di Indonesia namun berbasis di luar mau pindah ke Tanah Air. Dengan begitu, Indonesia akan semakin mengokohkan diri sebagai pusat pengembangan digital di Asia Tenggara.(JPG)

 

Baca Juga