Beranda Bogor Raya

Waspada, Sehari Ada Enam Titik Kebakaran di Kabupaten Bogor

Petugas Damkar Kabupaten Bogor berusaha memadamkan api yang menghanguskan salah satu lahan di wilayah timur Kabupaten Bogor, Jumat (4/10/2019).

BOGOR-RADAR BOGOR, Musim kemarau yang masih berlangsung hingga sekarang, membuat kebakaran sangat mudah terjadi. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Sehari saja ada enam titik kebakaran di Kabupaten Bogor. Seperti yang terjadi Jumat (4/10/2019) kemarin. Kebakaran terjadi di beberapa kecamatan seperti Tanjungsari, Cariu, Cileungsi, Caringin dan Tenjolaya. Kebakaran yang nyaris berbarengan ini membuat petugas Damkar Kabupaten Bogor kelimpungan.

Komandan Regu 2 Damkar Sektor Cileungsi, Tubagus Eman Sulaeman mengatakan, dari keempat peristiwa yang terjadi di wilayah timur Kabupaten Bogor diakibatkan cuaca panas disertai angin kencang. Sehingga tingkat kepanasan yang bertambah memacu timbulnya api yang kemudian menyambar ilalang kering.

Sejumlah petugas Damkar Sektor Cileungsi dibuat kerepotan pada peristiwa kebakaran, kemarin. Para petugas juga berhasil tiba di tempat kejadian perkara di tiga desa yakni, Desa Cipenjo, Desa Dayeuh dan Desa Antajaya.

Namun sayangnya, petugas Damkar terlambat tiba di Desa Sirnarasa. Lahan seluas 5 hektare pun hangus terbakar. “Di Tanjungsari apinya sudah padam baru kami sampai,” ujarnya.

Tubagus melanjutkan, kebakaran dapat terjadi bukan karena ada sumber api saja. Sebab untuk membentuk zat yang biasa disebut api ini dapat dihasilkan melalui tiga indikator lainnya. Pertama tingkat cuaca panas yang tinggi, 02 alias angin, dan terakhir bahan bakar.

“Jadi penyalaannya bisa juga sama panas matahari yang menyengat ke ranting kering atau daun tertiup angin. Maka akan menghasilkan api dan membakar yang ada di sekitar nya dengan bantuan Angin,”pungkasnya

Sehari sebelumnya, kebakaran pun terjadi di Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari. Lahan seluas dua hektare yang berada di area PT. Nirwana hangus dilahap si jago merah. Warga RT1/7, Angga Dita Erlangga menyebutkan, diduga kebakaran yang terjadi ini akibat kemarau panjang pada tahun ini.

Warga langsung berupaya memadamkan api yang menyala dengan alat seadanya. Hal ini dilakukan agar api tidak msnyambar hingga ke permukiman warga. Api pun berhasil dipadamkan setelah sejumlah warga berupaya dengan alat seadanya.

Tak lama berselang, dua unit Damkar Sektor Cileungsi tiba. Kobaran api yang semula meluas dapat teratasi oleh petugas Damkar dengan bantuan warga sekitar. Pada pukul 00.10 WIB api berhasil padam.

“Meski ada sungai tetapi karena kencangnya angin dikhawatirkan api menerpa permukiman warga. Dua jam hampir tiga jam pemadaman, itu pun melingkar satu unit di bawah. Kami berharap kemarau segera selesai,” tandasnya.

Di hari yang sama, kebakaran juga menghanguskan hutan bambu seluas 5 hektare di Kampung Babakan RT01/04, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin.

Api melalap lahan milik Alih, Komar dan Neneng di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Sukabumi itu. Karena luasnya lahan dan sulitnya memadamkan titik api, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor butuh waktu lebih dari tiga jam untuk menjinakkan si jago merah.

Sementara di Kecamatan Tenjolaya, satu rumah warga di Kampung Tapos Lebak RT 02 RW 02, Desa Tapos 2, ludes terbakar pada Jumat (4/10) siang. Rumah yang ludes terbakar teresbut milik seorang janda bernama Ati (56).

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Ma’mur menjelaskan, ada tiga regu dari sektor Ciomas dan Leuwiliang untuk memadamkan kebakaran rumah tersebut. Tak ada korban jiwa namun rumah millik Ati ludes terbakar.

“Penyebabnya dari cucu pemilik rumah yang mainin korek api kemudian mengenai bantal dan merambat ke yang lain dan petugas Damkar berhasil memadamkan api satu jam kemudian,” jelasnya kepada wartawan koran ini, kemarin.(rp1/nal/c)

Baca Juga