Beranda Metropolis

Revitalisasi GOR Pajajaran Prioritaskan Tribun dan Jogging Track

Walikota Bima Arya saat meninjau lapangan sepakbola GOR Pajajaran.

BOGOR-RADAR BOGOR, Rencana revitalisasi kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, khususnya stadion sepak bola, tinggal menunggu restu pemerintah pusat.

Dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (PSP POP).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, revitalisasi stadion hanya akan mencakup perbaikan tribun hingga jogging track. Sebab kondisi lapangan sudah cukup baik usai direvitalisasi saat pelaksanaan Asian Games dan AFF.

“Kalau lapangan sudah tidak ada masalah, karena telah beberapa kali dipakai latihan saat Asian Games dan AFF,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (3/10).

Stadion Pajajaran, kata Eko, rencananya akan digunakan untuk tempat latihan para pemain dalam Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Dimana stadion tersebut dipilih oleh PSSI sebagai salah satu penunjangnya. Namun hal itu juga baru bisa terlaksana jika Indonesia terpilih menjadj tuan rumah.

“Rencananya Stadion Pajajaran akan digunakan untuk tempat latihan, apabila Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20,” tuturnya.

Dari proposal yang diajukan Dispora, sambung dia, kebutuhan revitalisasi itu berkisar antara Rp500 miliar hingga Rp600 miliar. Angka itu sesuai dengan standar FIFA dengan kapasitas penonton 20 sampai 30 ribu.

Namun Eko tetap mengembalikan kepada Kementerian PUPR untuk mereview Detail Engineering Design (DED) yang diajukan apakah stadion akan berstandar internasional atau nasional. Sebab jika standar nasional maka tak memerlukan banyak perubahan isi stadion.

“Kalau jadi stadion utama dengan kapasitas 20 ribu sampai 30 ribu orang pasti akan dijadikan venue pertandingan. Tetapi kalau hanya dibangun standar nasional, tentunya hanya digunakan sebagai tempat latihan,” terang dja.

Disisi lain, Eko menilai bahwa Indonesia memiliki keunggulan jika menjadi tuan rumah dibandingkan dua negara calon lainnya, yakni Qatar dan Brasil. Yakni kearifan lokal dan sosial masyarakatnya. Sehingga diharapkan Indonesia bisa menjadi tuan rumah.

“Kita kan punya kelebihan di kearifan lokal dan sosial masyarakat dibanding dua negara itu,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga