Beranda Bogor Raya

Rehabilitasi Gedung UPT Bogor Disorot, Tiga Proyek Dikerjakan Satu Kontraktor

Salah satu proyek rehabilitasi gedung UPT Infrastruktur Irigasi yang tengah menjadi sorotan.

CISEENG-RADAR BOGOR, Tiga Proyek rehabilitas Gedung UPT Infrastruktur Irigasi yang tersebar di tiga kecamatan wilayah Barat Kabupaten Bogor tengah menjadi sorotan.

Informasi yang dihimpun Radar Bogor, ketiga tender tersebut dikerjakan satu kontraktor yang sama. Ketiga proyek tersebut berada di Kecamatan Jonggol, Cigudeg dan Kecamatan Parung.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Yusfitriadi mempertanyakan proses lelangnya apakah sudah sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang ada. Menurutnya, yang menjadi masalah bukan pada hilirnya atau pada hasilnya siapa yang mengerjakan sebuah proyek.

“Banyak juga program pemerintah di beberapa tempat dikerjakan oleh satu kontraktor, misalnya pengerjaa jalan tol. Namun, memang kita harus masuk ke dalam prosesnya yang bukan menjadi rahasia lagi terkadang ada upaya manipulasi,” ujarnya.

Yus-sapaanya juga menambahkan, ketika proses pelelangan membutuhkan tiga kontraktor yang akan mengerjakan sebuah program, maka diajukanlah tiga lembaga rekanan padahal ketiganya mempunyai relasi bisnis satu atap, sehingga sebetulnya cuma satu yang akan dimenangkan.

“Makanya penting disini adanya sebuah audit peoses lelang. Bukan hanya keuangan dan hasil kerja yang diaudit, namun juga proses bagaimana sampai mendapat satu rekanan kontraktor dalam 3 proyek pemerintah,” ucapnya.

Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Ciseeng Jaimin saat ditemui Radar Bogor, kemarin mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan atau pemberitahuan kepada pihak kecamatan, dan ia tengah menunggu pelaporan tersebut, padahal papan proyek pengerjaan dimulai dari bulan juli.

Jaimin juga mengaku, segala bentuk pembangunan atau proyek disatu wilayah harus melaporkan atau sekedar memberitahukan bahwa proyek itu sudah dimulai. Tindakan tegas yang akan diambil akan melaporkan dan memanggil pihak kontraktor selaku pelaksana proyek.

“Semua akan saya laporkan lagi kepada Pak Camat, karena beliau pemimpin wilayah. Bukan hanya proyek rehab kantor UPT saja yang saya soroti, ada beberapa bangunan lainya yang belum memberitahukan jalannya proyek,” tegasnya.

Hal senada dikatakan, Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah II Wiwi mengatakan, segala sesuatu urusanya berada di Dinas PUPR bagian kontruksi baik mengenai anggaran sampai realisasi pembangunannya.

“Semuanya bisa dilaporkan ke Dinas PUPR, karena saya tidak tahu menahu bahkan papan proyek juga langsung kontraktor yang memasang,” jelasnya usai dikonfirmasi Radar Bogor kemarin.

Seperti diketahui, proyek rehabilitasi gedung UPT yang berlokasi di tiga kecamatan Jonggol, Parung dan Cigudeg memiliki pagu anggaran Rp1,894,346.776,74 milyar dengan tanggal kontrak 26 juli dan waktu pelaksanaan selama150 hari.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengaku sudah melakukan proses lelang sesuai prosedur. Secara aturan kemampuan melaksanakan paket bisa lima pekerjaan sekaligus.

“Jadi kalo masih tiga pekerjaan secara aturan diperbolehkan.Yang jadi masalah sebenarnya pada saat pelaksanaan pekerjaan,” tukasnya.(nal/ded/c)

Baca Juga