Beranda Bogor Raya

Hati-hati! Penyakit Kanker Payudara Mengintai Perempuan Bogor

Ketua YKPI, Linda Gumelar didampingi Bupati Bogor, Ade Yasin, saat Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan TOT Periksa Payudara Sendiri (Sadari), Kamis (3/10).

CIBINONG-RADAR BOGOR, Menurut riset yang dilakukan oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), perempuan di usia dini sangat berisiko terkena kanker payudara.

Di Kabupaten Bogor sendiri, dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia mejadi salah satu target pencegahannya.

Hal itupun diungkapkan oleh Ketua YKPI, Linda Amalia Sari Gumelar, saat melaksanakan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan TOT Periksa Payudara Sendiri (Sadari), yang dilaksanakan di Aula Dinkes Kabupaten Bogor, Kamis (3/10) kemarin.

“Mulai dari usia 15 sampai 18 tahun itu sangat rentan terhadap kanker payudara,” katanya kepada wartawan kemarin.

Apalagi, Linda melihat, Kabupaten Bogor lokasinya sangat strategis, dan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, menjadi tempat ke dua dari Kudus dalam sosialisasi kanker payudara ini.

“Penduduknya kan lima juta, pasti 50 persennya itu perempuan. Bukan berarti potensi kanker payudara-nya sangat besar ya, tapi penduduknya ini lah yang menjadi sorotan,” jelasnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tahun 2012 ini menjelaskan, tidak hanya perempuan saja yang mengidap kanker payudara, akan tetapi laki-laki pun bisa mengidapnya, maka dari itu disini YKPI perlu mensosialisasikan kepada masyarakat, terutama kader yang memang ada saat ini.

“Karena pasti akan didorong oleh bupati sendiri, karena Bupati Bogor kan memang wanita, melalui sadar dalam usia dini (Sadari.red) inilah, yang penting untuk menjaga kondisi kesehatan bahayanya kanker payudara,” imbuhnya.

Masih kata Linda sapaan akrabnya, terkait rentan terkena kanker payudara ini menurutnya dikisahkan usia 40-45 itu sangat rentan sekali terhadap penyakit tersebut.

Faktor penyebab lain juga bisa terjadi dari segi tidak menyusui, genetik, gaya hidup, Alkohol, rokok serta makanan yang berlemak. “Karena itu bisa memicu terjadinya penyakit kanker payudara,” terangnya.

Di bulan peduli Kanker Payudara ini, dirinya hampir setiap hari melakukan sosialisasi bersama anggotanya untuk mengingatkan sejak dini mungkin.

“Kita juga nanti akan pergi ke Tenggarong dan Samarinda, untuk mensosialisasikan dan pelatihan terhadap kanker payudara,” akunya.

Bupati Bogor, Ade Yasin juga akan terus menyerukan tentang bahaya kanker payudara. Maka dari itu, dirinya sangat mendukung adanya sosialisasi terkait kesehatan kanker payudara.

“Karena kalau sudah lanjut sangat bahaya, maka harus dideteksi sejak dini mungkin,” katanya.

Masih kata Politisi PPP ini, dirinya juga sudah mengintruksikan kepada kader kesehatan di semua wilayah Kabupaten Bogor, untuk terus mensosialisasikan pencegahan sejak dini mengenai kanker payudara.

Ade mengaku, untuk bisa berjalannya program tersebut tidak harus membutuhkan biaya yang banyak. Bisa juga memanfaatkan posyandu, kantor desa, dan tempat-tempat lainnya. “Sasarannya juga terhadap remaja, bisa juga nanti disosialisasikan di sekolah,” jelasnya. (dka/c)

Baca Juga