Beranda Metropolis

Deputi Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Sekretariat Wakil Presiden Apresiasi MPP Kota Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Asisten Deputi Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik pada Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan, Sekretariat Wakil Presiden, Adhianti menyampaikan apresiasi atas hadirnya Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor, Grha Tiyasa yang memudahkan masyarakat.

Hal ini diungkapkannya saat kunjungan kerja ke Balai Kota Bogor, Rabu (03/10/2019). Dalam kunjungan kerja tersebut, Adhianti didampingi 3 orang stafnya. tidak hanya mendapatkan penjelasan terkait MPP Graha Tiyasa namun juga inovasi lainnya.

“Mall Pelayanan Publik Kota Bogor merupakan mall pelayanan publik ke-14 di Indonesia dan pertama di Jawa Barat. Satu-satunya MPP yang menggunakan sistem aplikasi secara online,”  kata Adhianti.

MPP Kota Bogor yang lokasinya di pusat Kota Bogor dan berada di dalam mall sambung Adhianti, menjadi pembeda dengan MPP di daerah-daerah lain. Pasalnya, tidak sulit bagi warga untuk mengaksesnya.

“Dan ini bisa direplikasi atau diduplikasi daerah lain karena memberikan kemudahan bagi warga,” ujarnya.

Setiap inovasi yang akan diterapkan satu daerah menurut Adhianti tidak harus ditemukan sendiri. Jika ada inovasi daerah lain yang bagus dan bisa diduplikasi, kenapa tidak, bahkan akan jadi lebih efektif dan efisien dari segi anggaran.

Inovasi lain dari Kota Bogor yang juga diapresiasi adalah Sekolah Ibu. Sebab, inovasi ini berawal dari keluarga, bukan inovasi yang lazimnya selalu berlatar dari informasi teknologi (IT).

“Setelah mendengar penjelasan Pak Wali dan melihat video dokumentasi wisuda Sekolah Ibu Kota Bogor, itu keren banget,” ungkapnya.

Kepada Asisten Deputi Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik, Wali Kota Bogor Bima Arya menerangkan, setiap hari MPP Grha Tiyasa Kota Bogor melayani ratusan orang, kurang lebih ada 300 pengunjung. Bahkan, tidak sedikit warga dari luar Kota Bogor datang untuk mengurus paspor.

“Munculnya ide membangun MPP diawali adanya studi beban pelayanan yang ada. Hasilnya disimpulkan kalau ada outlet yang nyaman dan strategis orang akan jadi lebih mudah kesana,” katanya.

Menurutnya, jantung dari reformasi birokrasi adalah perizinan, maka dari itu yang digalakkan adalah perizinan. Selain itu, adanya persoalan terkait perizinan satu tahun setelah dirinya dilantik menjadi Wali Kota Bogor, semakin memperkuat untuk melakukan reformasi birokrasi dengan membangun satu sistem aplikasi, yakni SMART (Sederhana, Mudah, Akuntabel, Ramah, Tepat Waktu).

Dengan aplikasi SMART, mengurus perizinan, mulai dari daftar hingga jadi perizinannya dilakukan melalui aplikasi dan dikirim melalui email. (Humpro:rabas/magang-SZ)

Baca Juga