Beranda Politik

Pimpinan DPR Resmi Dikukuhkan, Puan Terpilih Jadi Ketua

JAKARTA – RADAR BOGOR, Puan Maharani resmi ditetapkan sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024. Dia mendapat posisi jabatan itu, setelah ditunjuk oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku pemenang Pemilu 2019. Pengukuhan Puan dilakukan di ruang rapat Paripurna, Gedung Nusantara II komplek DPR RI Senayan Jakarta, Senin (1/10) malam.

Turut diresmikan bersama Puan yakni, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Politikus NasDem Rachmat Gobel, Ketua DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Politikus Golkar Azis Syamsuddin. Keempatnya dikukuhkan sebagai Wakil Ketua DPR mendampingi Puan. Penetapan pimpinan DPR ini tertuang dalam Keputusan Dewan Perawakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 31/DPRRI/1/20192024 tertanggal 1 Oktober 2019.

Apakah dapat disetujui?,” tanya Ketua DPR RI Sementara, Abdul Wahab Dalimunte.

Setuju,” timpal seluruh peserta rapat diiringi tepuk tangan.

Acara selanjutnya dilakukan pembacaan sumpah jabatan yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung RI Hatta Ali. Selanjutnya diikuti oleh Ketua dan Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, bagi sadara yang diangkat sebagai Ketua, akan mememenuhi kewajiban saya sebagai Ketua DPR. Bagi saudara yang diangkat Wakil Ketua, sebagai Wakil Ketua DPR. Bagi saudara seluruhnya, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan Perundang-undangan dengan berpedoman kepada pancasila dan UUD RI Tahun 1945. Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi seseorang dan golongan. Bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan NKRI,” ucap Hatta diulangi oleh 5 pimpinan DPR.

Terpilihnya Puan sebagai Ketua DPR sekaligus mengukir sejarah seorang perempuan untuk pertama kalinya berhasil menduduki kursi teratas di legislatif sejak kemerdekaan Indonesia pada 1945.(JPG)

 

 

Baca Juga