Beranda Bogor Raya

Pembentukan AKD DPRD Kabupaten Bogor Tertahan di Pimpinan Parpol

Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor, Senin (23/9/2019).

CIBINONG – RADAR BOGOR, Pembentukan formasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Bogor masih abu-abu. Hingga saat ini, formasi AKD masih mandek di tataran para pimpinan partai politik (parpol) di Bumi Tegar Beriman.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim mengatakan, saat ini masing-masing partai tengah membahas secara internal pembentukan AKD untuk selanjutnya diserahkan kepada pimpinan DPRD.

“Ya kita menunggu dari ketua-ketua partai. Hari Rabu minggu ini paling lambat kita tunggu. Biar bisa secepatnya diparipurnakan,” kata Agus di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin (30/9) siang.

Sementara, draft untuk pembahasan pembentukan AKD pun kata Agus juga tengah dibahas oleh partainya, PKS. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menyusun dan memformasi nama-nama anggota yang akan ditempatkan di tiap-tiap komisi DPRD.

“Hari ini (kemarin,red) kita akan rapat. Penentuan nama-nama itu belum. Tapi yang jelas PKS itu ditempatkannya merata di semua komisi. Karena ada delapan orang kan. Jadi formasinya dua orang ditiap komisi,” ungkap Agus.

Dia menambahkan, percepatan penyerahan hasil pembahasan dalam pembentukan AKD dari masing-masing partai juga akan membantu cepatnya kinerja DPRD Kabupaten Bogor. “Ya kalau Rabu semua partai sudah menyerahkan, kita harapkan besoknya (Kamis) itu bisa langsung diparipurnakan,” kata dia.

Hal itu pun dibenarkan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Halim Yohanes. Kata dia, semua partai ditarget menyerahkan hasil pembahasan internal tersebut paling lambat hari Rabu. “Ya semua harus dikumpulin di hari Rabu. Kita juga sudah mempersiapkan itu sambil pembahasan berjalan,” ungkap Halim.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyebut, saat ini Peraturan Pemerintah (PP) 12 Tahun 2018 mengharuskan AKD dibentuk terlebih dahulu, baru kemudian pembentukan Tata Tertib (Tatib).

“Semoga bulan Oktober nanti AKD dan Tatib selesai. Dan kemungkinan APBD di November,” tuturnya.

Di samping itu diketahui, ada tujuh fraksi di DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024 ini. Di antaranya, Fraksi Gerindra-Hanura, PKS, Golkar, PPP-PKB, PAN, PDI-P dan Fraksi Demokrat. Rudy berharap semua fraksi satu suara untuk mempercepat pembentukan AKD dan Tatib.

“Kita berharap tidak ada satu pun fraksi yang ditinggal atau merasa tertinggal. Semua punya tujuan sama untuk masyarakat hanya wadahnya (partai) saja yang membedakan,” kata Rudy.

Tugas berat yang harus diemban menurut Rudy harus diawali dengan visi-misi yang sama dari partai. Sebab, sinergitas yang baik antara legislatif, eksekutif dan yudikatif harus berjalan bersama-sama.

“Semua berjalan beriringan. Saya harap para ketua partai menurunkan egonya. Dan jangan sampai ada fraksi yang ditinggal,” tandas Politisi Gerindra itu. (dka/c)

Baca Juga