Beranda Kuliner

Kampoeng Balibon, Sajikan Kuliner Khas Bali dan Cirebon

Pemilik Kampoeng Balibon menunjukan salah satu menu yang mereka tawarkan.

BOGOR-RADAR BOGOR, Memiliki keinginan sama untuk membuka usaha di bidang kuliner, pasangan suami istri Estu Suherman dan Ira Rahmawati pun mencoba mengambil menu yang dekat dengan keseharian dan asal usul mereka.

Suasana Bali terlihat ketika melintas di jalan masuk Perumahan Pakuan Regency, Bogor Barat. Warna hitam putih dari dua payung kain yang terpasang tepat di pintu masuk restoran, membuat siapapun pengunjungnya langsung teringat akan Bali.

Apalagi, ketika masuk ke dalam, ada beberapa lukisan tarian khas Bali dan backdrop besar dengan gambar animasi Pantai Kuta. Ya, restoran milik Estu dan Ira ini menempati area masuk Pakuan Regency, tepat di samping kolam renang perumahan. Kampung halaman Estu dari Cirebon dan Ira dari Bali, membuat keduanya menamakan restonya dengan Kampoeng Balibon.

“Balibon itu singkatan dari Bali dan Cirebon. Sebelumnya Waroeng Balibon lalu diganti jadi kampoeng,” ujar Estu saat ditemui Radar Bogor, Kamis (26/9) lalu.

Kampoeng Balibon menyajikan kuliner halal bercitarasa rempah asli Indonesia khususnya Bali dan Cirebon seperti Ayam Betutu khas Bali, yang disajikan dengan Sambal Matah Segar, Plecing Kangkung, Rujak Kangkung, Nasi Jinggo, Sega Lengko Cirebon & Empal Gentong khas Cirebon.

Untuk Nasi Jinggo, nasi khas Bali ini berbungkus daun pisang dengan porsi kecil, lauk terdiri dari ayam sisit, telur pindang, mie goreng sayur, saur/serundeng kelapa & sambal ekstra pedas.

Bagi yang ingin mencicipi di luar menu khas Bali dan Cirebon, juga ada seperti Ayam Bakar Taliwang, Seblak, Bakso Sehat dengan rasa uniknya, yang mampu memanjakan lidah.

Disebut bakso sehat, karena baksonya menggunakan wortel dan jamur kuping. Semua makanan juga dijamin sehat karena tanpa MSG dan pedasnya betutu sudah disesuaikan dengan lidah masyarakat Bogor, sehingga tak akan sepedas aslinya seperti di Bali.

“Penyedap kita alami yaitu kaldu jamur untuk semua masakan, jadi jangan khawatir rasanya hambar,” ujarnya. Kebetulan, kata Estu, sejak kecil ia dan keluarganya terbiasa menikmati masakan orang tua tanpa MSG. “Lebih pintar dan sehat,” ujarnya tersenyum.

Memiliki istri dengan hobi memasak, dan dirinya yang seorang kritikus masakan sang ibu, membuat keduanya memutuskan membuka usaha kuliner.

“Ini baru setahun buka, tapi sempat tutup ketika istri melahirkan. Nah, Mei baru buka lagi. Sehingga ada beberapa menu yang sebelumnya ada, belum sempat ada lagi karena sambil melihat respon dan masukan konsumen khususnya pelanggan,” jelas bapak enam anak ini.

Harga yang ditawarkan untuk makanan atau minuman cukup terjangkau. Untuk makanan berkisar antara enam ribu hingga 27 ribu, sedangkan minuman antara empat ribu hingga 14 ribu. Selain menu paket, Kampoeng Balibon juga menyediakan paket lengkap dengan menu satu setengah ekor untuk ayam kampung dan presto.

“Sudah termasuk saos betutu, lalapan dan sambal,” ujar Estu. Ayam Betutu tersedia pilihan kuah, bakar dan penyet sambal korek. Kampoeng Balibun juga menyediakan dan menjual frozen food yang bisa dipesan melalui daring.

Sediakan Area Bermain Pasir
Berkonsep perpaduan warung kebun & perpustakaan, Kampoeng Balibon menyediakan tempat nyaman untuk sekadar nongkrong bersama sahabat, kolega maupun keluarga sambil membaca beragam buku bacaan yang disediakan atau menikmati secangkir Kopi Bali ditemani alunan musik Bali yang menenangkan.

“Kami juga sengaja menyediakan fasilitas bermain untuk anak, yakni area bermain pasir sepuasnya. Pasir putih ini benar-benar didatangkan dari pantai, agar tak berdebu,” terang Estu Suherman.

Bahkan, Kampoeng Balibun juga menyediakan cemilan ringan untuk anak-anak yang enggan makan besar. Tak hanya itu, karena lokasinya yang berdampingan dengan kolam renang, membuat pengunjung kolam renang pun bisa memesan makanan melalui akses yang sudah disediakan Kampoeng Balibun untuk mereka yang kelaparan setelah berjam-jam berenang.

“Kebetulan kolam renangnya terbuka untuk umum dan terjangkau, sehingga yang datang ke resto inipun beragam,” ujarnya. Ia menambahkan, biasanya ramai itu ketika weekend.

Untuk menambah suasana seperti di Bali, tak hanya mainan pasir yang disediakan juga ada lukisan Pantai Kuta Bali dan gambar-gambar upacara dan tarian khas Bali di tiap dinding. “Istri sengaja meminta fotonya dari teman-temannya yang berprofesi jurnalis. Begitupun untuk lukisan animasi pantainya,” pungkasnya.(pia/pkl15)

Baca Juga