Beranda Bogor Raya

Tumpukan Sampah di Bantarjati-Nambo Bikin Resah Warga, Linmas Mulai Patroli

Sepanjang jalan Desa Bantarjati dan Nambo mulai dibersihkan dari sampah dan ditata agar lebih rapih, Minggu (22/9/2019).

KLAPANUNGGAL-RADAR BOGOR, Tumpukan sampah di sepanjang jalan Desa Bantarjati dan Nambo, semakin meresahkan warga.

Menanggapi permasalahan ini, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk bertindak membersihkan sampah-sampah yang berada di tujuh lokasi tersebut pada akhir pekan lalu.

Beberapa waktu lalu, penumpukan sampah di wilayah Nambo memang dikeluhkan sejumlah pihak. Berada paling dekat dengan titi lokasi tersebut, Indocement mengerahkan 300 karyawannya yang bekerjasama dengan pihak kecamatan dan desa.

“Ini kami lakukan bersamaan dengan momen World Clean Up Day 2019. Waktu yang tepat untuk bertindak bebaskan sampah-sampah yang ada,” kata Direktur Indocement, Antonius Marcos.

Nantinya, sebanyak tujuh truk yang telah diangkut ini akan dimanfaatkan menjadi bahan bakan alternatif. Untuk sementara, sampah tersebut akan disimpan di tempat pembuangan sampah milik perusahaan tersebut.

Bukan cuma itu, penanaman pohon pun dilakukan di sejumlah titik lokasi yang telah bebas dari sampah. Bagi Macos ini adalah upaya pencegahan terjadinya pembuangan sampah.

“Jadi warga yang hendak membuang sampah merasa segan jika lokasinya telah tertata rapi, jika sudah ditanami pohon seperti ini,” ujarnya.

Marcos menguraikan, dari sejumlah titik lokaso penumpukan sampah yang telah dibersihkan, lokasi terbanyak berada di dekat Stasiun Nambo.

Indocement juga telah berupaya mengajak PT Kereta Api Indonesia dan sejumlah karyawannya untuk melakukan pencegahan tersebut.

Marcos meminta agar pemerintah wilayah menugaskan Linmas untuk berpatroli disepanjang jalan tersebut. Di lokasi itu, juga akan dipasang spanduk peringatan.

Upaya ini juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat. Dengan begitu, para pelaku yang tertangkap tangan dapat ditindak lanjut bedasarkan peraturan yang ada.

“Linmas sebagai penegakan khusus nantinya akan berpatroli di semua titik. Ada sanksi pidananya 50 juta denda maksimal. Ini juga akan menjadi pelajaran dikemudian hari,” tegas Marcos.

Sementara Camat Klapanunggal, Ahmad Kosasih mengatakan, upaya yang dilakukan PT Indocement ini sebagai bentuk kepedulian dari perusahaan yang berada di wilayah. Selain World Clean Up Day, perusahaan tersebut telah ikut serta menerapkan program bupati yaitu anti plastik (Antik). “Ini adalah suatu bentuk kepedulian mereka. 2020 nanti Bogor bebas dari sampah plastik,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, hal ini dilakukan untuk kelangsungan keasrian lingkungan. Mantan Camat Tanjungsari ini juga memastikan petugas Linmas akan siap untuk menjaga lokasi yang telah ditentukan. “Kami akan coba dengan desa untuk mengaktifkan linmasnya dan bagaimana penanganan selanjutnya,” tandasnya. (rp1/c)

Baca Juga