Beranda Bogor Raya

Masuk Zona Merah, Tiga Kecamatan di Kabupaten Bogor Rawan Longsor

Salah satu titik yang jadi zona merah rawan longsor di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

CITEUREUP-RADAR BOGOR, Warga Kabupaten Bogor, yang tinggal di daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, selepas musim kemarau dan memasuki musim hujan, potensi longsor sangat besar terjadi.

Di timur Kabupaten Bogor sendiri misalnya, memiliki tiga titik lokasi berbahaya yang rawan paling sering terjadi pergerakan tanah.

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo menyebutkan, tiga kecamatan yang jadi fokus pantauan pihaknya, di antaranya Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari dan Cariu.

Sepengetahuannya, bencana yang menghadang lokasi itu adalah longsor. Apalagi, kata dia, bencana seperti ini memang tidak dapat diprediksi. “Berdasarkan data dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiga wilayah tersebut masih menjadi titik rawan terjadi longsor,” kata dia.

Meski begitu, Budi melihat, musim kemarau berdampak baik untuk kontur tanah yang keras ketika memasuki musim hujan. Jadi, menurutnya, saat diterpa hujan pertahanan tanah masih kuat dan dapat memperkecil terjadinya bencana longsor. “Ada bagusnya, tapi warga tetap harus waspada,” ungkapnya.

Demi meminimalisir potensi korban, pihaknya pun berupaya memberikan pemahaman pencegahan terjadinya bencana ke sekolah-sekolah. “Kami akan memberikan suatu sosialisasi kepada anak anak sekolah tentang pengetahuan kebencanaan mulai dari pra saat darurat pacsa dan ada simulasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Warga RW5 Desa Hambalang, Putri (19) mengaku sudah mendapatkan pemahaman yang diberikan berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan sebelum terjadinya bencana. “Intinya warga harus tetap menjaga lingkungan dan tidak boleh merusak lingkungan. Dengan begitu kemungkinan terjadinya bencana juga dapat berkurang,” tegasnya.

Menurutnya, wilayah di desanya tersebut memang sering terjadi longsor saat memasuki musim hujan. Berbagai tahapan pencegahan agar tidak memakan korban, lanjut Putri, sangatlah bermanfaat. “Jadi bencana juga bisa dicegah gitu sih. Selain itu warga jadi lebih paham bagaimana agar bencana tidak terjadi. Dengan menjaga lingkungan,” pungkasnya.(rp1/c).

Baca Juga