Beranda Bogor Raya

Peristiwa Kebakaran Tinggi, Kabupaten Bogor Kekurangan Mobil Damkar

Disdamkar Kabupaten Bogor masih kekurangan mobil damkar.

RADAR BOGOR – RADAR BOGOR, Frekuensi peristiwa kebakaran di Kabupaten Bogor sejak musim kemarau ini tergolong tinggi.

Sejak awal tahun 2019 hingga saat berita ini diturunkan, tercatat ada 247 kasus kebakaran yang menyebar di sejumlah titik Kabupaten Bogor. Sementara pada saat yang sama, Kabupaten Bogor kekurangan mobil pemadam kebakaran.

Demikian diungkapkan Staff Pelaksana Keselamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Burhansyah. Dalam catatan Burhan, saat ini total seluruh unit kendaraan pemadam kebakaran yang dimiliki Disdamkar berjumlah 36 unit. Keseluruhan unit tersebut menyebar di enam sektor Damkar Kabupaten Bogor.

“Saat ini kita punya 36 unit damkar. Ada 6 unit berkapasitas 5000 liter dan 30 unit berkapasitas 3000 liter,” jelasnya.

Unit-unit tersebut menyebar di antaranya, Sektor Leuwiliang 2 unit, Sektor Cileungsi 3 unit, Parung 2 unit, Ciawi 3 unit, Ciomas 3 unit, sementara sisanya berada di markas utama Disdamkar Cibinong.

Dengan jumlah 36 unit ini saja, Burhan menyebut waktu respon rata-rata Kabupaten Bogor saat ini masih diangka 1 jam.

“Ya itu kita bicara jarak. Kalau macet ceritanya lain lagi. Bisa 1 jam 30 menit. Idealnya untuk respon kebakaran sejak kita terima berita itu paling tidak 15 menit sejak berangkat kita sudah bisa sampai titik tujuan. Karena api kalau sudah menyebar tidak ada istilah menunggu. Dalam lima menit bisa menyebar. Makanya angka 36 unit ini belum mampu menjangkau waktu respon 15 menit,” paparnya.

Saat disinggung jumlah ideal kenadaraan pemadam kebakaran, Burhan menyebut ada beberapa pendekatan yang harus dipertimbangkan.

Misalnya, setiap satu kecamatan minimal harus ada dua unit damkar. Asumsinya, kata Burhan, jika Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, paling tidak harus ada 80 armada damkar lengkap dengan personli dan alat pemadamnya.

Di tempat yang sama, Sekdis Damkar Kabupten Bogor Sigit Wibowo mengatakan, pihaknya tengah konsen melakukan pembenahan beberapa sektor damkar yang dirasa kurang.

Cepat atau lambat, pengadaan unit damkar adalah sebuah keharusan. Selain penambahan armada damkar, saat ini tengah dikaji pengembangan unit sektor Damkar untuk wilayah Citeureup, Gunungputri, dan Parungpanjang.

“Citeureup dan Gunungputri kita tahu padatnya seperti apa. Saya tak yakin unit terdekatnya mampu menjangkau di angka 30 menit. Lihat Citeureup dengan kemacetannya, dari Cibinong yang dekat ini saya masih ragu bisa sampai di angka 30 menit menuju Citeureup. Gunungputri dengan zona industrinya juga sama. Padat sekali. Resikonya tinggi. Sementara Parungpanjang jangan tanya deh. Itu lebih banyak dibantu sama Tangerang. Kita mah udah kejauhan dari mana-mana,” kata Sigit sambil berseloroh.

Meski begitu, ia optimis secara bertahap kekurangan demi kekurangan akan ditambal. Dalam prakteknya, ia menyadari jika semua kekurangan membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk legislatif.

“Kita sudah mulai komunikasikan dari sekarang dengan teman-teman di Dewan. Mudah-mudahan ada anggarannya nanti. Usulan sudah kita buat. Tugas kami sekarang adalah memaksimalkan sumber daya yang kami miliki,” pungkasnya. (iki/ysp)

Baca Juga