Beranda Bogor Raya

Jejak Kawin Kontrak di Puncak (2) : Sempat Jatuh Cinta pada Suami Kontrak

Ilustrasi

Benih-benih cinta tumbuh dalam praktek postitusi Kawin kontrak puncak. Mereka para istri sewaan tak lagi sekedar menjajakan diri. Sebagaian dari mereka justru terbiasa menjadi istri. Bahkan menganggap suami kontrak itu seperti suami sendiri.

Laporan : Muhamad Arifal Fajar

Kawin kontrak tidak melulu soal syahwat belaka. Tidak sedikit dari mereka pasangan suami istri mut ah itu muncul buih-buih cinta. Sandra salah satunya. Berawal dari pekerja seks komersial, perlahan ia mencintai pelangganya. Itu tidak terlepas dari perlakuan mantan suami kontraknya selama bersama dirinya.

Kisah itu masih ia simpan hingga sekarang. Menjadi kenangan manis yang akan ia simpan. “jujur pernah cinta sama suami kontrak saya,” katanya tersipu malu saat ditemui radarbogor. Id di salah satu THM kawasan Cisarua, puncak Selasa malam.

Dengan pipi yang memerah, Sandra berkisah. Menceritakan pengalaman pertama kawin kontraknya. Tepatnya pada 15 Juni 2014. Sandra mengawali perjalanan sebagai istri kontrak. Tanpa berfikir panjang, wanita yang malam itu mengenakan kaos merah, memutuskan menerima pinangan kawin kontrak. Seperti wanina malam umumnya, Faktor ekonomi menjadi alasan klasik dirinya mau mengambil job istri kontrak.

Saat itu ia dapat tawaran dari teman sekampungnya. Panggil saja Stefani (bukan nama sebenarnya). Temanya yang lebih dulu menjadi istri kontrak menawarkan itu pada Sandra. “Dia udah duluan. Ada teman suami kontraknya cari istri. Saat itu bayaran belum begitu besar. Aku dimahar Rp 3 juta per minggu,” tuturnya sembari meminum segelas bir.

Mendapat tawaran itu, malam harinya, ia langsung dijemput Stefani untuk datang ke vila tempat Stefani menginap. Disana sandra tinggal duduk manis. Lebe (penghulu), saksi dan wali nikah susah disiapkan. Sandra pun dikenalkan dengan calon suami kontraknya. Disana, sandra masih sedikit tersipu malu. Canggung. Tidak banyak cakap dan hanya sesekali menatap calon suaminya itu.
“Namanya Allem. Dia tinggi, putih, hidungya mancung ada brewok tipis,”kata sandra mengambarkan mantan suami kontraknya dulu.

Ritual ijab kabul pun dimulai. Tidak butuh waktu lama. Hanya lima menit. Sandra sah jadi istri kontrak Allem dengan mahar Rp 6 juta berdurasi dua minggu. “cuman ijab kabul, tanda tangan surat pernyataan, selesai,” kisahnya.

Usai ijab Kabul, Sandra langsung dibawa ke alah satu Vila di kawasan Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Awalnya, ia merasa canggung. Bahkan saat melayani suaminya di malam pertama, sandra agak takut. Komunikasipun hanya melalui isyarat. Sandra tak bisa bahasa Arab. Pun dengan Allem tak fasih bahasa Indonesua. Keduanya pun kebanyakan berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
“baik orangnya. Saya sempat gugup kan waktu pertama kali. Tapi dia tidak langsung dia kasih saya waktu rileks dulu. Kayak orang pacaran pokoknya,” katanya sembari tertawa.

Satu malam terlewati tidak banyak yang dilalui. Rasa ya sama saja. Seperti Sandra menjajakan diri pada Pria hidung belang lokal di vila. Namun memasuki hari keempat, Sandra merasakan ada rasa yang berbeda. Ia mulai nyaman menjalankan peranya sebagai Istri kontrak dari Allem. “dia ajak saya makan di restoran, belikan saya baju kurung. Ajak jalan-jalan ke Taman Safari. Seperti pasangan beneran pokoknya,” ujarnya.

Selama menjadi istri kontrak Sandra pun diwajibkan mengenakan baju tertutup. Sandra berdandan layaknya turis arab wanita. “Iya didandani seperi itu,” tuturnya.

Seminggu berjajan, benih-benih cinta mulai muncul. Sandra tidak lagi merasa dirinya istri sewaan. Terlebih setiap hari iapun menjalankan kewajiban Solat lima waktu diimami oleh Allem. “itu paling buat aku terharu dan cinta sama dia,” katanya.

Kondisi digandrungi cinta, membuat Sandra tak terasa sudah hampir menyelesaikan kawin kontraknya. Bahkan saat dihari terakhir, Sandra dibuat galau. Lantaran Allem akan segera meninggalkanya untuk kembali ke Saudi. “kayak baru putus gitu gimana rasanya. Bahkan dia bilang kalau ke Indonesua lagi, akan ketemu aku lagi. Pokoknya sedih. Sampai satu bulan saya galau,” akunya.

Semenjak itu ia mulai tertarik dengan kawin kontrak. Berharap tahun berikutnya bertemu Allem kembali. Namun pada tahun 2015 harapanya itu tak kunjung terealisasi. Sandra pun mencoba peruntungan lain. Mencari turis timur tengah lainya. Berharap bisa mendapatkan suami kontrak serupa seperti Allem. Pada juli 2015, Sandra kembali menjalani kawin kotrak keduanya dengan pria Asal Yamen. Bersambung. (all)

Baca Juga