Beranda Bogor Raya

Dishub Kabupaten Bogor Petakan 150 Trayek Angkutan, Ini Tujuannya

LINGKUNGAN: Sejumlah angkot mengetem di depan pintu gerbang Terminal Laladon.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan memetakan 150 trayek yang masih menggunakan sistem putar atau commuter.

Aturan ini sejalan dengan pematangan Rencana Umum Jaringan Trayek (RUJT) pada 2020 mendatang.

Dalam RUJT 2020 itu, berisikan rencana pemetaan trayek eksisting yang saat ini sudah ada di Kabupaten Bogor.

Salah satunya untuk memperluas lahan Terminal Laladon yang bertipe C untuk lebih optimal. Padahal, pada 2017 lalu Pemkab sudah menambah lahan 1076 meter persegi.

“Jadi nantinya akan ada konsultan independen yang akan memetakan trayek tersebut. Ini prasarananya dulu yang dibenahi, karena jangan sampai angkutan pedesaan juga sampai mati. Jangan sampai ada kemajuan teknologi, kita mematikan mereka,” Kabid Angkutan pada Dishub Kabupaten Bogor, Dudi Rukmayadi.

Ia menjelaskan, ada delapan total trayek yang mengarah ke Terminal Laladon. Dimana menurut surat keputusan (SK) Bupati, harus ada 109 trayek untuk memenuhi pelayanan.

Namun nyatanya saat trayek belum penuh, tetapi sudah memadai untuk pelayanan. Sudah ada 74 trayek yang terlayani dan sudah memadai pelayanan untuk masyarakat. “Maka dari itu nanti akan kita kaji lagi dalam RUJT,” sahutnya.

Selain RUJT, Dishub juga bakal dipusingkan dengan rencana pengintegrasian terminal dan stasiun. Seperti yang akan dikerjakan di Bojong Gede. Dimana nanti akan dibangun skybridge dengan pendanaan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tahun 2021.

Saat ini, kata Dudi, BPTJ menilai pengembangan kawasan Bojong Gede itu perlu dilakukan. Dimana wilayah itu selalu saja mengalami kemacetan.

“Maka dari itu kita mendorong masyarakat untuk menggunakan terminal. Saat ini kondisinya terminal Bojong Gede melayani tujuh trayek. Kita mencoba mengurangi kepadatan dengan membangun park and ride yang akan difasilitasi BKSP (Badan Kerjasama Pembangunan),” terangnya.

Lahan park and ride diusulkan seluas 2500 meter persegi. Dishub juga sedang mempersiapkan jalur Kampung Kulo yang berada di Kelurahan Kedung Waringin, Kota Bogor sebagai akses kedua selain Jalan Raya Bojong Gede.

“Maka jalur yang dari Tajur Halang bisa melalui belakang. Nantinya banyak jalur yang akan hadir di Bojong akan memecah konsentrasi. Pembangunan underpass Bojong Gede akan dibangun tahun 2020, dan saat ini sedang diajukan ke DPR pusat dengan pembangunan rencana sembilan bulan,” pungkasnya. (dka/c)

Baca Juga