Beranda Bogor Raya

Bikin Resah, Video Kawin Kontrak Coreng Pariwisata Kawasan Puncak

ilustrasi Kawin Kontrak

CISARUA-RADAR BOGOR, Viralnya video “Saudis Traveling For Halal Sex To Indonesia”, yang diunggah di YouTube pada November 2013 silam oleh Mohammad Bahush kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Pasalnya, Pemkab sudah berbenah melalui program andalannya yakni Nongol Babat (Nobat) yang dicanangkan lagi Bupati Bogor, Ade Yasin.

Tujuannya, melakukan operasi prostitusi, juga melaksanakan operasi penertiban bangunan yang disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi. Di antaranya meliputi hotel, villa, penginapan, kontrakan, dan tempat-tempat hiburan.

Tak hanya pemkab yang diresahkan dengan kemunculan video kawin kontrak tersebut, aparat pemerintah desa setempat juga kembali was-was.

Seperti yang disampaikan Kepala Desa Warung Kaleng, Cisarua Tugu Utara, Nandar Winandar saat ditemui Radar Bogor, kemarin. Nandar menegaskan, tidak ada warga asli yang melaksanakan kawin kontrak di Cisarua.

“Kawin kontrak dengan kata lain kawin siri ini biasanya dilakukan warga pendatang dari luar Cisarua, rata-rata dari Sukabumi, Cianjur dan Bandung,” jelasnya kepada Radar Bogor, Rabu (11/9).

Ia mengaku menyayangkan kemunculan video tersebut. “Sangat disayangkan, karena viralnya video kawin kontrak ini bisa berdampak negatif untuk sektor pariwisata di Cisarua, Puncak Bogor,” ujarnya. Apalagi, Tugu Utara itu wilayah yang paling banyak dikunjungi wisatawan asal Timur Tengah.

“Warga negara asing, biasanya dari Timur Tengah yang ingin memesan seperti itu (kawin kontrak), tetapi wanita yang dikawinkan biasanya sudah profesional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemkab Bogor sudah melakukan beberapa langkah untuk perlahan menghilangkan prostitusi di Kawasan Puncak Bogor, di antaranya, penertiban bangunan dan minuman keras.

“Tapi viralnya video ini, tentu bisa mempengaruhi pariwisata di Cisarua, nama negatif sudah tercoreng di wilayah Cisarua karena adanya kawin kontrak tersebut,” tambahnya.

Padahal para wisatawan asing tersebut, kata Nandar, belum tentu melakukan apa yang diramaikan di dalam video tersebut.

Kendati begitu, salah seorang warga Cisarua mengakui jika dia pernah diminta memandu wisatawan asal Timur Tengah ke tempat wisata dan tempat hiburan.

“Biasanya saat musim Arab atau wisatawan Timur Tengah datang ke kawasan Cisarua, mereka meminta diantar ke tempat tersebut,” ungkap Danang (44), Warung Kaleng, Kecamatan Cisarua.(cr3/c)

Baca Juga