Beranda Metropolis

Tergusur Proyek Jalur Ganda, Warga Minta Pemkot Sediakan Tempat Tinggal

Rel kereta api Bogor-Sukabumi yang melintasi wilayah Selatan Kota Bogor. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Meski menerima rumah mereka akan diratakan dengan tanah, ribuan warga yang terdampak proyek jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi minta Pemkot Bogor menyediakan tempat relokasi sementara selama proses penggusuran berlangsung.

Proyek Rel Ganda, 1.637 Rumah Warga Kota Bogor Bakal Rata dengan Tanah

Perwakilan warga RT4/8, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Unen mengatakan, ada 39 warga di RT 4 yang terdampak proyek jalur ganda tersebut.

Setelah menerima sosialisasi dari pemerintah, mayoritas dari masyarakat terdampak mulai mencari alternatif tempat tinggal.

“Warga sendiri juga masih bingung, mereka enggak kepikiran mau tinggal dimana setelah digusur. Memang ada uang kerahiman, tetapi cari rumah di Kota Bogor kan enggak segampang itu,” ujar Unen.

1.637 Bangunan Terancam Digusur, Perintahkan Camat Dalami Keinginan Warga

Unen mengaku, mayoritas warga memang pasrah rumahnya akan tergusur. Mereka paham lantaran selama puluhan tahun telah menempati bangunan liar di sempadan jalur kereta api.

Namun demikian, Unen berharap Pemkot Bogor juga tidak berpangku tangan. Sejauh ini, warga juga cukup taat membayar pajak bumi dan bangunan untuk Kota Bogor.

Masyarakat terdampak meminta Pemkot Bogor memberikan solusi, salah satunya menyediakan lokasi relokasi bagi warga terdampak.

“Warga inginnya bisa dibangunkan rumah lagi, nanti warga mencicil. Ya, rusun-rusun enggak apa-apa kaya di Jakarta itu. Coba bisa dibayangkan ini yang terdampak 1.000 lebih rumah, cari kontrakan juga enggak gampang,” katanya.

Warga lainnya, Irma Ramadiyanti, dari Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah juga mengaku pasrah jika rumah yang sudah ia tempati sejak lahir akan digusur. Irma sadar rumahnya memang dibangun di lahan milik PT KAI.

“Kalau memang semua rumah harus digusur, pengennya dana kerahiman dari PT KAI bisa lebih besar untuk mencukupi beberapa tahun lah. Nyari rumah kan lama, agak susah, apalagi sekarang harga-harga mahal. Suami saya juga habis kontrak kerja, saya bingung,” ujar Irma.

Ia mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui berapa nominal dana kerahiman yang akan dterima.

Di kesempatan berbeda, Wali Kota Bima Arya mengaku belum mengetahui secara rinci penilaian dan pembiayaan untuk warga yang terdampak proyek Jalur ganda. Namun, dia mengatakan, akan mencoba mencari tahu keinginan warga yang rumahnya digusur.

“Saya tugaskan camat dan lurah untuk mendalami dan monitoring dulu keinginan warga seperti apa,” ujar Bima.

Bima mengatakan, Pemkot Bogor belum dapat mengambil langkah penanggulangan terhadap warga yang digusur. Dia menyebut akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. (wil/c)

Baca Juga