Beranda Pendidikan

Lestarikan Budaya Sunda di Ta’aruf

Civitas Unida bersama pengisi materi Taaruf dan mahasiswa baru Unida di hari kedua, Selasa (10/9).

CIAWI-RADAR BOGOR, Universitas Djuanda masih melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua.

Berbeda dengan hari sebelumnya, hari ini setelah melaksanakan apel pagi, peserta diarahkan untuk mengikuti sholat dhuha bersama. Dilanjut dengan spiritual coaching oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus Mukhlis.

Perbedaan lainnya, mereka, baik mahasiswa baru maupun civitas yang hadir menggunakan batik dan totopong yang kental dengan budaya sunda.

Ini diartikan agar para mahasiswa baru tak melupakan budaya lokal ditengah perkembangan budaya asing saat ini.

Materi pertama hari kedua, diisi mengenai administrasi akademik, sistem informasi akademik

(SIAKAD) dan mengenai keperpustakaan di Unida yang dipaparkan oleh Elis Dihansih, selaku Wakil Rektor I.

Pemaparan ini bertujuan agar mahasiswa baru menjaga semangat dalam perkuliahan. “Tugas atau kuis itu jangan disepelekan, kerjakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Tidak hanya dari dalam kampus, hari ini panitia mendatangkan pemateri dari luar.

Yaitu dari Korem 061/Suryakancana yang memaparkan mengenai Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang meliputi upaya membangun sistem pertahanan negara dan upaya strategis menumbuhkan sikap perilaku setiap warga negara yang teratur.

Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan laporan dari mahasiswa baru.

Danrem 061/Suryakancana, Kol.Inf. Novy Helmy Prasetya mengatakan, bela negara itu

bukan hanya dilakukan oleh pemimpin, TNI ataupun POLRI, tetapi dalam UU No. 36

semua warga negara memiliki kewajiban untuk membela negara. “Generasi muda

Indonesia berbuatlah terbaik untuk negeri ini. Jangan buat Ibu Pertiwi menangis karena kita,” lanjutnya.

Materi selanjutnya diberikan oleh Jopie Gilalo, dosen hukum di Unida yang membahas tentang pendidikan anti korupsi.

“Korupsi yang biasa dilakukan mahasiswa adalah nyontek, bolos, nyontek karena ingin lulus ujian, bolos karena ingin main,” ujarnya.

Dilanjutkan dengan Pengenalan IT, Unida Payment dan sarana dan prasarana oleh Irwan selaku Wakil Rektor II. Beliau memaparkan tentang teknologi yang ada di UNIDA, salah satunya untuk mempermudah mahasiswa.

“Sistem pembayaran khusus mahasiswa baru akan melalui virtual akun,” jelasnya.

Setelah dzuhur, materi dilanjutkan dengan Peran Pemuda Mahasiswa Dalam Pemberantasan Narkoba oleh R. Bogie Setia Perwira Nusa, perwakilan dari BNN.

“Narkoba adalah perang candu dimensi 4, sekarang ini Indonesia mengalami seperti Tiongkok. Indonesia sedang diincar sumber daya manusianya dengan merusak karakter bangsanya, akhlaknya dengan narkoba,” jelasnya.

Materi selanjutnya, yaitu Inovasi Bisnis dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) oleh

Wakil Rektor IV, Himmatul Miftah. Ia mengatakan bahwa jika ada produk dari Unida, yang lalu terjual boleh jadi perkuliahan digratiskan.

Ia pun menunjukan produk-produk yang dihasilkan oleh mahasiswa Unida Tidak hanya produk, beliau juga menyebutkan prestasi berbasis inovasi bisnis yang diraih oleh mahasiswa unida.

Materi terakhir membahas tentang Kehumasan oleh Nurwati, selaku coordinator Direktorat Pemasaran, Humas dan PMB (DPHP).

Beliau memaparkan tentang fungsi dan tugas dari kehumasan di Unida. Beberapa diantaranya adalah penyambung atau kontak personal, baik dari media sosial, e-mail dan telepon.

“Humas adalah unsur penunjang dari rektorat, langsung dibawah Wakil Rektor III UNIDA,” ujarnya.

Tidak hanya materi, Ta’aruf hari kedua juga menghadirkan bintang tamu. Yaitu Ridwan Remin yang merupakan salah satu mahasiswa berprestasi non-akademik di Unida

. “Selalu senang kalau ketemu mahasiswa baru, karena mereka masih fresh, masih muda baru lulus sekolah. Jadi, masih banyak hal yang mungkin mereka belum tau tentang kampus. Jadi, begitu stand up bisa ngomongin tentang

kampus dan ngasih tau juga mereka gimana sih, gimana sih orang-orangnya,” ujar Ridwan ketika di wawancara. (pkl1/pkl2/pkl3)

Baca Juga