Beranda Bogor Raya

Satu Warga Parung Bogor Diduga Jadi Korban Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Nailisma (baju kerudung cokelat)  Warga Parung diduga jadi korban kecelakaan Cipularang

BOGORRADAR BOGOR, Was-was dan cemas masih menyelimuti perasaan Muhammad Nasrul (54), warga Kampung Pemagarsari Parung RT 02/02 Desa Parung Kecamatan Parung.

Putri tercintanya yang bernama Nailisma (22), diduga kuat menjadi salah satu korban kecelakaan maut Tol Cipularang beberapa waktu lalu.

Saat mendatangii
kediamannya Minggu (8/9/2019), pria yang akrab disapa Haji Nasrul itu menjelaskan, sejak ada informasi kecelakaan di Cipularang, ia belum berhasil mengontak putri kesayangannya itu.

Sejak saat itulah, dengan segala cara Nasrul berupaya mencari kebenaran terkait kondisi putrinya yang sampai saat ini masih hilang kontak.

Informasi yang ia terima, empat dari seluruh korban tewas berasal berjenis kelamin
perempuan dan berasal dari wilayah Parung.

“Namanya Naila binti H. Muhammad Narsul. Dia alumni Pondok Pesantren Darussalam Balaraja. Jadi awalnya dia izin berangkat untuk salah satu keperluan studi di Bandung. Cuma dia belum mengabarkan rencana keberangkatannya naik apa. Yang saya tahu, dia berangkat bareng teman kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Semuanya perempuan. Berangkatnya dari Ciputat,” kata Nasrul membuka cerita.

Sebelum kecelakaan maut yang terjadi Sabtu pekan lalu itu, Nasrul masih sempat berkomunikasi dengan anaknya. Bahkan hingga pukul 12.00 siang harinya, putrinya masih mengabarkan posisi terkini.

Saat itu, putrinya sudah dalam perjalanan pulang bersama rekan-rekannya. Komunikasi itu rupanya menjadi yang terakhir.

Pukul 13.00 lebih, Nasrul coba mengkonfirmasi keberadaan putrinya, namun ponsel genggamnya tak juga aktif hingga sekarang.

Beberapa hari kemudian, Nasrul kedatangan seorang pria yang diduga pemilik rental salah satu mobil di Ciputat.

Naila bersama rekan-rekannya diduga kuat menyewa kendaraan B 1802 BYQ jenis Ayla berwarna putih untuk pergi ke Bandung.

Menurutnya, pihak rental hanya ingin mengkonfirmasi keberadaan kendaraan roda empatnya yang tak kunjung datang.

Sedangkan penyewa mobil tersebut diketahui atas nama Nailisma yang tak lain putri kandung Nasrul.

“Dari sinilah kecurigaan saya kuat. Saya juga dapat informasi plat mobil itu menjadi salah satu mobil yang terbakar. Anak saya ada di dalamnya. Informasi yang beredar ada sekitar 21 mobil yang jadi korban tabrakan beruntuk. Dari 21 mobil itu, empat terbakar. Nah, saya menduga kuat informasi dari pihak rental mobil miliknya yang disewa anak saya, itu yang jadi korban,” jelas pria yang menjadi pengurus Masjid Besar Riyadlush Shalihin Parung itu.

Tanpa menunggu waktu, Nasrul langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Parung Kompol Parmin untuk meminta sejumlah arahan.

Oleh pihak kepolisian, kata Nasrul, ia diarahkan untuk segera mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta. Pasalnya, seluruh korban tewas yang belum teridentifikasi saat ini jenazahnya berada di Kramat Djati.

Akhir pekan lalu, Nasrul berama istri mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan DNA. Sayangnya, hasil pemeriksaan DNA tersebut belum bisa dikonfirmasi hingga sekarang.

Pihak rumah sakit, lanjut Nasrul, mengatakan jika paling cepat hasilnya baru diketahui antara satu atau dua minggu. Meski begitu, pihak rumah sakit berupaya secepat mungkin agar hasil DNA tersebut bisa segera diketahui. Nasrul mengatakan dirinya akan langsung dikonfirmasi begitu kabar kepastian itu datang.

“Saya ada kenalan salah satu rekan di Polres Purwakarta. Meski belum sepenuhnya akurat, informasi dari rekan saya ini, memang ada satu korban perempuan yang fisiknya persis seperti ciri-ciri anak saya. Tapi tetap saja belum bisa dipastikan sampai keluar hasil DNA. Dugaan saya kuat 99 persen itu anak saya,” ungkapnya.

Nailisma sendiri diketahui merupakan mahasiswi UMJ jurusan Farmasi semester VII. Ia lulusan Pondok Pesantren Darussalam Balaraja.

Nasrul menyebut jika putri ketiganya itu memiliki semangat belajar yang kuat. Bahkan, ia berencana untuk menekuni usaha bisnis sebagaimana yang pernah dirintis orangtuanya.

Sebagai alumni Pondok Pesantren pun, Nasrul ingin agar anaknya memiliki kepribadian dan agama yang baik.

“Sekarang saya pasrah sambil menunggu informasi. Apapun itu, saya mohon doanya agar diberikan yang terbaik. Saya dan ibunya Naila sudah ikhtiar untuk cek DNA. Sampel air liur kami sudah diambil. Mudah-mudahan hasilnya bisa cepat diketahui. Intinya berharap yang terbaik, apapun hasilnya,” kata Nasrul hanya kepada Radar Bogor.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Parung Kompol Parmin belum menerima informasi terkini dari pihak forensik hingga saat ini.

Namun, pihaknya mengatakan sudah membantu koordinasi dan memfasilitasi untuk keperluan pengambilan DNA oleh pihak terkait.

“Itu kan ranahnya di forensik. Kita hanya membantu koordinasi saja. Test DNA memang sudah. Tapi kan hasilnya tetap harus menunggu. Sekarang belum bisa dikonfirmasi. Ada hari-harinya juga. Kalau soal kendaraan memang dipastikan benar. Tapi kan kita belum tahu, siapa-siapa saja penumpangnya. Kita tunggu nanti saja. Forensik akan langsung mengabarkan ke Haji Nasrul. Yang pasti sampai sekarang belum bisa dipastikan,” pungkas Parmin. (iki/ysp)

Baca Juga