Beranda Bogor Raya

Warga Bertahan di Tenda Darurat, BMKG Pantau Fenomena Gempa Swarm

Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan semangat kepada warga yang mengungsi di Kampung Citalahap, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Minggu (25/8/2019)

NANGGUNG-RADAR BOGOR, Bupati Bogor meninjau lokasi yang terdampak gempa bumi di Kampung Citalahap, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Gempa Guncang Bogor, Simak Penjelasan dari BMKG

Pasalnya, sampai saat ini warga masih menempati tenda darurat yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

“Hari ini saya lagi di pengungsian korban gempa bumi yang secara keseluruhan di desa Malasari itu ada 172 KK dan yang lokasi disini ada 70 KK,” kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan koran ini, kemarin.

Ia juga mengaku, warga sengaja menempati tenda darurat karena mereka khawatir terjadi gempa susulan.

“Mudah-mudahan besok tidak ada lagi gempa, tetapi ada kekhawatiran dari masyarakat kalau tidur di rumah itu takut ada gempa. Saat ini dari BMKG sudah dijelaskan bahwa besok atau lusa tetap aman, yang penting kalau rumahnya sudah rusak berat tidak boleh ditempati, dan yang masih ringan boleh ditempati,” ucapnya.

Masih Terjadi Gempa Susulan, 105 KK di Kecamatan Nanggung Mengungsi

Lebih lanjut ia menambahkan, korban terdampak masih membutuhkan bantuan dari luar bahkan besok ada bantuan dari Dinas Sosial untuk diambil langsung oleh kepala desa, ia juga menghimbau jika ada kekurangan BPBD harus sudah siap untuk menanggulanginya.

“Ini rumah milik perusahaan, jadi ini masih tanggung jawab perusahaan. Memang ini gempa unik, sering bahkan dalam satu hari delapan kali bahkan ada yang 18 kali gempa. Nah kenapa seperti ini mungkin nanti ada penjelasan dari BMKG,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Observasi BMKG Bandung, Bau Prasetyo menjelaskan, gempa yang terjadi saat ini banyak meski magnitudenya kecil, fenomena seperti ini biasa dibilang kumpulan gempa atau gempa swarm artinya gempa banyak dengan frekuensinya kecil.

“Gempa ini akan terus berlangsung, dan kita akan terus pantau 1×24 jam, BMKG Insyaallah dalam seminggu dua minggu ke depan akan semakin reda. Kita terus pantau baik masyarakat bisa melihat analisa kita di info BMKG,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, caesar lokal merupakan patahan yang ada di darat. “Sementara di Bogor itu zona caesar kluster lokal yang belum dipetakan, tetapi kita sudah menduga ada caesar di daerah sini, makanya saya sebut caesar lokal. Dan pernah sehari terjadi sampai 25 gempa, jadi bervariatif dan magnitudenya juga bervariatif,” pungkasnya.

Disisi lain, Manajemen Antam yang di wakili Vice President CHF Dito Yulianto, tim CSR bersama jajaran Muspika Kecamatan Nanggung langsung turun tangan menuju lokasi korban gempa di Malasari.

Di lokasi, Manajemen Antam menyerahkan bantuan kemanusiaan atas musibah warga di lingkungan operasional PT. Antam UBPE Pongkor tersebut berupa paket sembako, keperluan untuk bayi dan anak-anak seperti susu dan biskuit yang sangat di butuhkan bagi warga di pengusian.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban,” tukasnya. (nal/pkl2/ded/c)

Baca Juga