Beranda Berita Utama

Wacana Baru : Bogor, Depok, Bekasi Gabung DKI Jakarta

Walikota Bogor Bima Arya, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Walikota Depok Idris Abdul Shomad.

BOGOR-RADAR BOGOR, Wacana pemekaran Provinsi Bogor Raya, muncul lagi wacana baru. Bogor bergabung dengan DKI Jakarta bersama dengan Bekasi dan Depok.

Wacana ini lagi-lagi dilontarkan Wali Kota Bogor Bima Arya. Dia mengaku telah menerima usulan tentang kemungkinan Kota Hujan bergabung dengan DKI Jakarta dibanding membentuk provinsi baru.

Usulan itu kata dia, datang dengan berbagai pertimbangan. Seperti kedekatakan wilayah ibukota dengan Bogor. Hingga integrasi transportasi massal yang sudah berjalan.

“Apalagi APBD DKI Jakarta sangat memadai,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Dengan begitu, saat ini ada tiga ide besar pengembang wilayah Kota Bogor. Pertama: perluasan wilayah dengan ‘mencaplok’ beberapa wilayah di Kabupaten Bogor.

Kedua: pembentukan Provinsi Bogor Raya yang terdiri dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Dan ketiga: Bogor bergabung dengan DKI Jakarta. “Ini kan opsinya semakin banyak. Dan itu sangat bagus,” beber suami Yane Ardian itu.

Nah, agar wacana ini tidak menjadi isu liar, atau asumsi atas kepentingan politik, Bima mengaku menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan kajian akademis. Baik itu kajian secara hukum hingga kewilayahan.“Jadi nantinya kajian akademis ini matang,” bilangnya.

Kajian lebih matang yang dimaksud Politisi PAN itu, sejalan dengan rencana pemerintah pusat yang akan memindahkan ibukota negara ke luar Jawa. Karenanya, Bogor yang merupakan daerah penyangga ibukota perlu mengantisipasi dampak-dampak yang akan dirasakan.

Pasalnya selama ini, Kota Hujan sangat mengandalkan denyut perekonomian dan pemerintahan di DKI Jakarta. “Kalau Jakarta bukan lagi ibukota kan harus juga kita antisipasi. Ketika nanti magnet nya tidak di Jakarta lagi, Bogor harus punya strategi,” imbuh dia.

Akan tetapi, wacana pembentukan provinsi baru atau perluasan wilayah Bogor sebaiknya dipikirkan matang. Jangan sampai wacana perluasan atau pemekaran wilayah justru tidak menjadi solusi bagi permasalah yang dihadapi masyarakat.

“Ada hal yang lebih penting saat ini daripada wacana perluasan atau pemekaran wilayah,” ujar Ketua DPRD sementara Kota Bogor, Atang Trisnanto menanggapi ramainya wacana pemekaran.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bogor sebaiknya fokus menyelesaikan masalah yang dihadapi Kota Bogor. Seperti pendidikan yang harus merata serta kesehatan yang terjamin. Sebab, penyelesaian itu membutuhkan kerjasama semua pihak. Baik legislatif, eksekutif, yudikatif dan masyarakat.

“Kalau wacana-wacana ini bisa membuat lebih kondusif, insyaallah kita dukung. Tapi kalau belum menyelesaikan masalah utama dan kita di ganggu dengan ide-ide yang sebenarnya belum tentu dikerjakan lebih baik menyelesaikan masalah yang ada,” pungkasnya.

Sementara itu, jika Bogor mempunyai tiga opsi pengembangan wilayah, tidak dengan Bekasi dan Depok. Kedua daerah ini lebih memilih opsi bergabung dengan DKI Jakarta ketimbang membentuk Provinsi Bogor Raya .

Menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, karakteristik Kota Bekasi dengan DKI Jakarta sama dan tidak jauh berbeda. Apalagi, hampir 70 persen warga Bekasi bekerja di ibukota. Dia pun memastikan warga Bekasi dipastikan memilih bergabung dengan DKI Jakarta.

“Kalau jajak pendapat, pasti 60 hingga 80 persen ke DKI karena dari sisi kultur kami juga lebih dekat,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pepen itu juga menampik tudingan yang mengatakan bahwa wacana gabung ke Jakarta didorong oleh keinginan Pemerintah Kota Bekasi “menikmati” kucuran dana DKI.

Menurutnya, wacana tersebut semata-mata demi percepatan pembangunan di wilayah mitra DKI Jakarta.

Setali tiga uang dengan Rahmat Efendi, Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad juga mempunyai pandangan sama. Secara pribadi dia lebih setuju bergabung dengan DKI Jakarta jika wacana pemekaran Provinsi Bogor Raya terealisasi karena banyak warga Depok yang bekerja di Jakarta.

“Separuh warga Depok adalah masyarakat komuter yang bekerja di Jakarta.Jjika dilihat dari sisi kebutuhan, Depok juga tidak terpisahkan dengan DKI Jakarta,” jelasnya.

Perihal keinginan Bogor, Depok dan Bekasi bergabung ke DKI Jakarta ditanggapi santai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dia mengatakan sejauh ini DKI masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait wacana masuknya beberapa kota di Jawa Barat ke DKI Jakarta.

“Secara prinsip Pemprov DKI harus menaati keputusan pemerintah pusat. Tentu aspirasi yang masuk kita hargai dan biar berproses di pemerintah pusat,” ucap Anies. (gal/pkl8/c)

Baca Juga