Beranda Metropolis

Kajian Perluasan Kota Bogor dan Provinsi Bogor Raya Rampung Desember

Salah satu kondisi kemacetan di salah satu ruas jalan di Kota Bogor. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Kajian atas dua wacana besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yaitu perluasan wilayah dan pembentukan provinsi baru rampung akhir tahun. Atau paling lambat awal 2020.

“Setelah kajian selesai, diberikan kepada Provinsi Jawa Barat dan kepada pihak Kementerian. Jadi proses ini masih panjang, apalagi masih ada moratorium. Yang penting kita fokus pada kajiannya dahulu semoga akhir tahun ini kajiannya bisa beres,” ujar Walikota Bogor Bima Arya.

Bima mengatakan, baik perluasan wilayah, hingga pembentukan provinsi baru, semata-mata demi mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan arus urbanisasi di Bogor. Serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya lebih lanjut, banyak berkembang kini seolah–olah Kota Bogor ingin mengambil wilayah Kabupaten Bogor. Dirinya tidak ingin hal tersebut salah dipahami.

“Poinnya adalah Kota Bogor harus mengantisipasi perkembangan penduduk untuk meningkatkan layanan. Kota Bogor banyak kebutuhan, banyak juga wilayah pelayanan yang harus ditingkatkan,” kata Bima.

Bima menegaskan ingin mendalami beberapa pilihan, pertama ada wilayah yang baru masuk ke teritori Kota Bogor. Kedua, tidak perlu masuknya wilayah baru, tapi memperbaiki koordinasi maupun komunikasi dengan walikota atau bupati daerah lain.

“Artinya ada kesepakatan-kesepakatan. Seperti ada Forum Kunci Bersama (Kuningan Cirebon Ciamis Brebes Banjar Cilacap Majalengka), terbentuk sebagai forum daerah-daerah di perbatasan Jabar – Jateng. Bogor mungkin bisa seperti itu,” paparnya.

Lalu pilihan terakhir, masih kata Bima, berdasarkan kajian, juga masukan dari warga, opsi lainnya bukan mengambil wilayah baru, melainkan di persempit teritorinya. Ada provinsi baru, yang sedianya, kata Bima, merupakan ide lama sejak tahun 2012.

“Saat ngobrol dengan bupati (Ade Yasin, red) ada opsi itu, menyampaikan kepada saya, ada wacana juga mari kita kaji sama-sama. Jadi, gabungan dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur dan Depok. Ini pun wilayah berdekatan yang sangat strategis, itu opsi loh,” paparnya lagi.

Opsi-opsi inilah, kata Bima yang tengah didalami untuk dikomunikasikan, karena untuk mengantisipasi perkembangan yang terjadi di Kota Bogor. Dirinya mengaku, belum ada komunikasi lebih lanjut dengan kepala daerah lainnya, selain Bupati Ade Yasin.

Dua rencana tersebut mendapatkan sinyal positif dari Anggota DPRD Kota Hujan dan Bumi Tegar Beriman. Bahkan, wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya, juga direstui oleh keduanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Sopian Ali Agam mengaku sangat mendukung adanya dua wacana tersebut. Politisi Partai Gerindra itu siap mengawal wacana ini. Meski begitu, semuanya tentu perlu melalui kajian dan pembahasan yang matang, agar tujuan perluasan bisa tepat sasaran.

“Tentu kami sangat mendukung. Tapi ingat semuanya harus matang, dan tidak melanggar aturan yang berlaku,” kata Sopian.

Sopian menilai, wacana ini memerlukan komunikasi intensif dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia juga tak mau bicara banyak mengenai wacana tersebut.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Bogor untuk membuka komunikasi lebih lanjut dengan Pemkab Bogor.

“Kita lihat saja nanti komunikasi Wali Kota dan Bupati Bogor bagaimana. Karena semua ini berkaitan dengan semuanya, jadi perlu kajian mendalam,” ujarnya. (wil/c)

Baca Juga