Beranda Metropolis

5 Warga Bantarjati Jadi Korban Penganiayaan Oknum Aparat , Camat : Alhamdulilah Sudah Selesai

Salah satu warga Bantarjati yang jadi korban penganiayaan oknum aparat, Sabtu (17/8/2019).

BOGOR – RADAR BOGOR, Warga Vila Citra Bantarjati Blok A RT 06/11 Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, yang menjadi korban penganiayaan oknum aparat brimob saat perlombaan 17 Agustusan, Sabtu (17/8/2019) ternyata ada 5 orang.

Lagi Acara 17 Agustusan, Warga Bantarjati Diserang Oknum Aparat. Tiga Terluka!

Informasi yang diperoleh kelima korban itu yakni, Agus Sulaeman Ketua RT 004/11, Nurhidayat. Catur. Mamik dan M Hhafid Fadilah.

Pasca peristiwa tersebut, para pihak yang bergesekan, termasuk pengurus RW setempat, langsung melakukan mediasi di Mako Polsek Bogor Utara agar masalah segera selesai.

“Pengurus RW langsung ke Polsek membereskan masalah ini dan alhamdulilah sudah selesai pukul 18.20 WIB,” ujar Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat kepada Radar Bogor.

Atas mediasi tersebut, lanjut dia, melahirkan suatu kesepakatan secara kekeluargaan untuk pertanggungjawaban kendaraan warga yang tertabrak.

Selain itu, mereka juga mendatangi rumah korban untuk meminta maaf didampingi oleh Kapolsek Bogor Utara, Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polresta Bogor Kota.

“Setelah itu warga dengan tokoh masyarakat berkumpul di masjid setelah solat Isya berjamaah dan mengimbau agar tidak terprovokasi dan memberikan jaminan keamanan pada warga,” ungkap Rahmat.

Sementara itu, salah seorang korban Agus Sulaiman (41) membenarkan atas kunjungan para oknum aparat ke kediamannya untuk menjenguk dan meminta maaf.

Namun perdamaian yang terjadi di Polsek hanya untuk pertanggungjawaban mobil yang rusak akibat ditabrak. Sementara untuk pertanggungjawaban atas luka-luka yang dialaminya beserta empat korban lainnya belum dibicarakan.

“Informasi dari Pak RW nanti mereka mau datang lagi, cuma saya bilang korban kan bukan saya saja, saya minta diperhatikan semuanya,” ungkap dia ketika dikonfirmasi.

Pria yang juga Ketua RT 04/11 ini mengaku kecewa pada oknum warga yang menabrak kendaraan kerabatnya lantaran mengadu kepada orang tua temannya dengan melebih-lebihkan cerita. Sehingga melahirkan kesalahpahaman dan berakhir pertikaian.

“Jadi banyak korban akibat kelakuannya. Termasuk ibu-ibu dan anak-anak yang sedang mengikuti lomba agustusan,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Komandan Resimen II Pelopor Kombes Pol Abu Bakar mengaku belum menerima informasi atas kejadian tersebut. Sebab waktu kejadian dia beserta seluruh anggotanya tengah melaksanakan giat upacara HUT Kemerdekaan RI.

“Sejauh ini tidak ada laporan seperti itu kepada saya, karena kemarin kita semua giat upacara HUT Kemerdekaan RI,” pungkasnya. (gal)

Baca Juga