Beranda Metropolis

Minta ASN Berlari, Pemkot Bogor Naikkan Gaji Lurah Hingga Rp 20 Juta

Suasana pelantikan lurah di kawasan Stasiun Bogor, beberapa waktu lalu. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR–RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal naikan gaji para lurah hingga dua digit atau capai Rp 20 juta. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bima Arya jika lurah-lurah tersebut mau ‘berlari’. Bukan untuk lurah yang bermalas-malasan.

“Saya minta ASN berlari, tapi kan insentifnya harus jelas. Jangan sampai lurah yang selama satu minggu penuh rajin turun, pendapatan, tunjangannya sama saja dengan lurah yang kerjanya tidur setiap hari. Siapa yang ‘berlari’ dia akan dapat ganjaran prestasi,” terang Bima.

Aturan mereka yang ‘berlari’ akan mendapatkan ganjaran lebih, sambung Bima hingga kini belum ada. Karenanya, dirinya meminta untuk diatur kembali sistem tunjangan kinerja. Mereka yang menemukan inovasi, berkreasi hingga berprestasi akan mendapatkan tunjangan lebih.

“Parameternya adalah outputnya, makanya ini yang tidak mudah merumuskan indikator outputnya apa saja. Jangan seperti sekarang, enggak ada bedanya lurah yang rajin, berinovasi, kerja cepat merespon warga, tunjangannya sama saja kan enggak adil,” jelasnya.

Selain output yang menjadi salah satu penilaian, kata Bima, soal lainnya adalah lurah yang berprestasi, setelah pangkatnya cukup bisa mendapatkan promosi. Untuk anggaran pihaknya mencoba tahun depan, selain anggaran untuk penguatan wilayah.

“Saya juga bicara ke semua camat, memperkenalkan program Lurah Challenge. Sudah dua lurah yang menjawab challenge saya, yaitu lurah Bantarjati, dan lurah Sukasari. Kalau lurah Sukasari kan Ciliwung yang lewat Sukasari, tadinya kotor banyak sampah, sekarang bersih malah anak-anak mandi disitu setiap jam 3 sore karena bersih,” paparnya.

Tapi challenge itu belum selesai, Bima masih memberi challenge lain lagi untuk Kelurahan Sukasari hingga tahun ini. Teknisnya, kata Bima, sesaat diumumkan lurah challenge, Bima minta ditunjukkan satu titik before, diabadikan lalu diundang lagi ketika after.

“Ini namanya lurah challenge. Untuk make over sesuatu menjadi lebih bersih, lebih tertib, sistemnya lebih baik. Saya engak kasih waktu, enggak mau ini cuma nyapu-nyapu, atau cuma ngecat-ngecat, dibuat 3 minggu saja tapi bulan depan sudah hancur kan buat apa,” tuturnya.

Menjawab tantangan ini, Lurah Sukasari Dicky Iman Nugraha mengaku, pada prinsipnya dirinya selalu siap untuk melaksanakan perintah walikota, terlepas itu challange atau tugas biasa pada umumnya.

“Ada beberapa arahan walikota, walaupun tidak secara tegas disebut challenge, diantaranya, pembangunan sentra kuliner untuk Pedagang Kaki Lima dan naturalisasi Ciliwung, kalau ini sih sepertinya beberapa lurah yang dilintasi Ciliwung sepertinya sama tantangannya,” sahutnya.

Dalam waktu dekat Dicky bertekad untuk menyelesaikan dua arahan tersebut dengan target hingga akhir tahun, karena ada beberapa hal terkait penyelesaian yang harus disinergikan dengan stake holder terkait.

Saat ditanya soal kenaikan tunjangan hingga dua digit jika mampu berinovasi, Dicky mengaku belum mendengar hal tersebut. “Saya malah belum dengar infonya, itu kan rangkaian nya masih panjang,” tandasnya. (wil/c)

Baca Juga