Beranda Metropolis

Alasan Keselamatan, Warga Tolak Pembangunan SPBU Pangeran Ashogiri

Lokasi pembangunan SPBU di Jalan Pangeran Ashogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR–RADAR BOGOR, Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Pangeran Ashogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara dikecam.

Hal ini setelah warga yang terdampak langsung dengan pembangunan SPBU menolak adanya SPBU yang lokasinya juga berdekatan dengan Sekolah Alam Bogor.

“Terkait rencana pembangunan SPBU di wilayah Tanah Baru, saya dan warga yang bersebelahan langsung dengan proyek tersebut menolak pembangunan SPBU, dengan alasan faktor kesehatan, keselamatan dan kenyamanan,” papar Perwakilan Warga, Hendra Iriawan.

Selain itu, dikatakan Hendra, jarak proyek atau lahan yang akan dibangun tersebut hanya tiga meter dari pagar Sekolah Alam Bogor. Atau 10 meter dari radius aktivitas belajar mengajar.

Pihaknya khawatir dengan adanya pembangunan SPBU, akan menyebabkan bau gas bahan bakar, pun keselamatan anak-anak akan terancam.

“Jika nanti ada insiden kebakaran atau ledakan, kami sangat mengkhawatirkan hal itu, jangan sampai terjadi,” paparnya.

Ditambah lagi, sambung Hendra, kenyamanan warga pun akan terganggu. Hendra mengaku sosialisasi sedianya memang telah dilakukan, karena itu maka warga menolak.

“Ke rumah saya baru sekali, melalui pihak RT. Saat mereka sosialisasi, ternyata pembangunan telah dilakukan, itu yang sangat disayangkan, hingga beberapa mediasi antara warga dan perwakilan pengusaha SPBU tersebut hasilnya buntu,” jelas Hendra.

Menurutnya, pihak SPBU tetap ngotot akan melanjutkan pembangunan, hingga menjadikan lurah Tanah Baru sebagai biang keladi, lantaran tidak menandatangani perizinan.

Pantauan Radar Bogor, kini memang tidak ada aktivitas pekerjaan di proyek pembangunan SPBU.

“Hasil desakan warga untuk menghentikan pekerjaan proyek tersebut, tapi pihak pengusaha sepertinya masih “melobi” pihak Pemkot Bogor, ini dugaan saya, agar SPBU itu bisa berdiri. Kali terakhir mediasi sendiri dilakukan langsung di aula Kecamatan Bogor Utara,” katanya.

Hendra mengatakan, warga baru mengetahui lokasi proyek akan dibangun SPBU setelah 30 persen berdiri. Sebut saja mulai dari adanya pondasi, tiang-tiang hingga sumur bor pun sudah dibuat.

“Perataan tanah dari bulan Juni, kami kira untuk minimarket, barulah di bulan Juli baru kami mengetahuinya itu pembangunan SPBU. Sekarang kami masih menunggu, karena segel yang dipasang Satpol PP pun telah dicabut,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Bogor Utara, Rahmat Hidayat menuturkan, sudah pernah dilakukan sosialisasi di Kecamatan Bogor Utara, tetapi masih ada penolakan dari Komite Sekolah Alam dan Warga perumahan Griya Taspen.

“Kami meminta pemrakarsa untuk melakukan sosialisasi kembali kepada warga yang masih keberatan dengan pembangunan SPBU,” tandasnya. (wil/c)

Baca Juga