Beranda Metropolis

Sumur Mengering, Warga Ciluar Bogor Utara Kesulitan Air Bersih

Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat turun langsung menyalurkan air bersih kepada warga di Ciluar, Bogor Utara, Senin (12/8/2019) malam.

BOGOR – RADAR BOGOR, Kemarau panjang saat ini membuat warga Kota Bogor mulai kesulitan air bersih.

Seperti yang terjadi di Kampung Tarikolot RT 03/04 Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara. Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di kampung tersebut mulai mengalami kesulitan air bersih.

Selasa (12/8/2019) malam, warga pun harus sabar mengantri untuk mendapatkan air bersih yang dikirimkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

“Musibah (kesulitan air bersih, red) baru hari ini (12/8/2019), karena sumber air warga masih dari sumur dan sumurnya kering,” ujar Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat kepada Radar Bogor di lokasi kejadian.

Meski hanya satu unit mobil yang diturunkan, distribusi air dilakukan sebanyak dua kali. Beruntung antisipasi dilakukan cepat sehingga air bersih yang dibutuhkan warga bisa terpenuhi kembali.

“1 KK bisa dua sampai tiga kali isi ember untuk memenuhi kebutuhannya,” tambah Rahmat.

Untuk antisipasi lanjutan, Rahmat mengaku telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan untuk menyediakan Tangki Air Hidrant Umum (TAHU). Surat permohonan penyediaan itu rencananya akan dikirimkan Selasa (13/8/2019).

“Sudah koordinasi dengan PDAM secara WA, tinggal mengirimkan surat permohonan besok dari Lurah, 1 TAHU cukup asal supply air nya rutin,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya mengaku telah menerima laporan atas kekeringan yang terjadi.

Dia akan segera mengirimkan petugas lapangan untuk melakukan verifikasi dan survey di lokasi terdampak, sehingga diketahui apakah penyediaan TAHU dimungkinkan atau tidak.

“Kalau ada lahan nanti kita pasang TAHU untuk antisipasi. Besok (hari ini, red) sekalian distribusi air kita akan survey,” ungkapnya.

Melihat warga terdampak, menurut Deni kebutuhan air bersih bisa di distribusikan dua kali dalam sehari. Karena itu, PDAM Tirta Pakuan akan siap menyediakan kebutuhan warga.

“Kalau 50 KK kebutuhan perorang sekitar 0,5 kubik air, jadi dua tangki cukup untuk satu hari, kewajiban kita untuk membantu sesuai kebutuhan mereka,” pungkasnya. (gal/pkl6/pkl7)

Baca Juga