Beranda Metropolis

Copet Sekitar Stasiun Bogor Incar Remaja dan Ibu-ibu, Polisi Terjunkan Petugas Tertutup

Area pedestrian di luar Stasiun Bogor yang sempit dikeluhkan masyarakat akibat banyak copet beraksi.

BOGOR-RADAR BOGOR, Aksi pencopetan di area Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang dan pedestrian sekitar Stasiun Bogor, rupanya bukan hal baru.

Waspada! Area Pedestrian Stasiun Bogor jadi Sarang Copet

Aksi kejahatan itu sudah sering terjadi, namun sayangnya korban jarang membuat laporan ke pihak kepolisian.

Salah satu alasannya menganggap kerugian yang dialami korban tak terlalu besar. Hal itu diungkapkan Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifudin Gayo.

“Kita beberapa kali pernah menindak para pelaku. Kita juga tahu siapa. Tetapi korban pada umumnya menolak membuat Laporan Polisi (LP) karena merasa kerugian tidak seberapa,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu (11/8/2019).

Gayo mengindikasikan bahwa para pelaku merupakan pindahan dari lokasi sebelumnya. Yakni di Cidangiang. Sebab, di lokasi tersebut anggota kepolisian sering kali menindak pelaku.

“Di sana (Cidangiang, red) sudah sepi, kita pun mencari, mungkin karena terlalu sering digeber di sana larinya ke Paledang,” terangnya.

Gayo membeberkan, para pelaku melakukan aksinya tak pernah sendiri. Minimal berdua. Ketika telah mendapatkan barang hasil curian dari korban, barang langsung dipindah tangankan. Sehingga ketika korban sadar barangnya hilang sulit untuk ditemukan.

“Sasaran mereka anak-anak remaja atau ibu-ibu yang menggunakan handphone sambil berjalan, karena saat seperti itu korban lengah dan tidak fokus,” jelas dia.

Gayo mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga barangnya dengan teliti dan berhati-hati saat berjalan di lokasi tersebut. Terutama tidak menggunakan handphone sambil berjalan dan menggunakan perhiasan yang terlalu mencolok. Agar tak menimbulkan korban lain, Gayo akan menurunkan beberapa personil kepolisian untuk berjaga-jaga.

“Tentu kami terjunkan petugas tertutup dan petugas pakaian dinas untuk melakukan patroli di seputaran JPO dan pedestrian,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengakui jika area tersebut sudah lama tidak ditata.

Namun, dia telah membahas penataan itu bersama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, secara khusus. Karenanya, selain dibuat nyaman, lokasi juga akan dibuat aman.

“Memang itu bagian yang akan diperbaiki secara fisik dan juga flow penumpang, apalagi tahun depan taman topi dibangun, CCTV juga penting,” ungkapnya.

Sejalan dengan penataan Taman Topi, Bima juga mengungkapkan bahwa pintu utama stasiun Bogor akan berubah ke arah lokasi yang akan dibangun alun-alun Kota Bogor itu. Sehingga akan ada kesamaan dengan penataan stasiun.

“Kan nanti pintu utamanya berubah. Akan kembali lagi di Jalan Nyi Raja Permas. Jadi penataan ini akan terus berkembang,” pungkasnya. (gal/pkl6/pkl7/c)

Baca Juga