Beranda Bogor Raya

Krisis Air Bersih, Warga Leuwiliang Manfaatkan Air Sungai

Beberapa warga Kecamatan Leuwiliang, mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

LEUWILIANG-RADAR BOGOR, Krisis air di Kabupaten Bogor, terus meluas. Kali ini dialami warga RT 01/01 Kampung Setu, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang.

Warga terpaksa harus mengambil air ke sungai untuk memenuhi keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci pakaian. Sebab, sejumlah sumur milik warga mulai mengering.

Setiap hari, mereka harus menempuh jarak satu kilometer. Berangkat menuju aliran sungai Cianteun itu. Iis (39) salah satunya. Warga Kampung Setu itu mau tak mau harus mengambil air.

Diantar Dadang Mulyawan, suaminya, ibu dua anak itu berangkat menggunakan sepeda motor. Membawa kendaraan jenis matik ke arah Barat dari kampungnya. Menyusuri jalanan beton menuju bibir sungai. Cukup cepat bagi Iis. Hanya butuh waktu sepuluh menit. “Kalau jalan kaki, lumayan,” Iis mengatakan kepada Radar Bogor, kemarin (19/7).

kondisi ini tidak hanya terjadi di kampung Setu saja. Ada dua kampung lagi di Desa Leuwimekar yang kesulitan air bersih. Yakni, Kampung Sukamula dan Kampung Sukaasih. Halitu dikatakan oleh anggota Karang Taruna Desa Leuwimekar, Eka M sofyan. Ia memaparkan, kesulitan air bersih ini terjadi setiap tahunnya terutama disaat musik kemarau. “kemarau, sumur kering, warga kesulitan,” paparnya.

Selama kemarau , warga menggunakan air galon isi ulang untuk memasak. Air sungai hanya digunakan untuk mandi dan mencuci baju saja. Kadang mereka harus menunggu bantuan air bersih dari pemerintah. Baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor maupun PDAM wilayah leuwiliang. Itupun tidak banyak.

Mereka harus berbagi satu sama lain. “kemarin ada bantuan dari PDAM dan BPBD. Namun, warga harus berbagi. Soalnya ada 200 KK yang mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih itu,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Leuwiliang Chairuka mengaku tiga kampung tersebut memang langganan kesulitan air bersih. Ia bersama dengan pemerintah desa dan karang taruna desa terus berupaya menyediakan air bersih selama kemarau.

“iya, setiap tahun kita selalu mencoba memasok air bersih kesana. Baik melalui BPBD Kabupaten Bogor, atau PDAM di wilayah Leuwiliang,” tukasnya.(all/c)

Baca Juga