Beranda Metropolis

Kota Bogor Terasa Lebih Dingin di Malam Hari, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kota Bogor di malam hari. (Nelvi/Radar Bogor)
BOGOR-RADAR BOGOR,Suhu udara di Kota Bogor belakangan ini terasa berbeda. Apalagi saat malam hari. Rupanya, Monsoon Dingin Australia menjadi salah satu penyebab udara di Kota Bogor terasa dingin pada malam hari.

“Adanya pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia atau disebut dengan Monsoon dingin Australia jadi salah satu penyebabnya,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Bogor, Hadi Saputra kepada Radar Bogor, kemarin (19/7).

Selain itu, sambung dia, penyebab lainnya juga tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan. Tetapi, langsung terbuang dan hilang ke angkasa.

“Kandungan air di dalam tanah menipis, kandungan uap air di udara juga rendah yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara,” ungkapnya.

Prediksi BMKG, kondisi ini akan berlangsung hingga Agustus mendatang dengan suhu udara minimum mencapai 19 derajat Celcius di wilayah Kota Bogor.

“Wilayah Kota Bogor ketika malam menjelang pagi suhu minimumnya 19 derajat, biasanya 21 sampai 23 derajat, sementara siangnya lebih panas, 33 derajat dari biasanya 30 atau 31 derajat, itu untuk seluruh wilayah Bogor kecuali wilayah menuju ke Puncak,” beber Hadi.

Dia mengimbau agar masyarakat melakukan antisipasi agar tak terserang penyakit. Mulai dari menggunakan pakaian atau selimut tebal ketika malam hari, menggunakan krim atau pelembab kulit agar tidak terlalu kering, makan cukup dan minum minuman yang hangat serta cukupi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi.

“Masyarakat juga mesti waspada karena akan ada potensi peningkatan penyakit pernapasan yang diakibatkan virus atau bakteri, kulit dan bibir menjadi kering, mimisan dan jika paparan udara dingin terus berlangsung akan terjadi penurunan suhu tubuh atau hipotermia,” pungkasnya. (gal/pkl1/pkl6/pkl7/c)

Baca Juga