Beranda Metropolis

Enam Wilayah di Kabupaten Sulit Diambil Kota Bogor, Pengamat Ungkap Faktanya

Rakor Bersama
Bupati Bogor Ade Yasin dan Walikota Bogor Bima Arya.

BOGOR-RADAR BOGOR, Rencana perluasan Kota Bogor dengan mengambil beberapa wilayah Kabupaten Bogor dirasa akan sulit terwujud.

DPRD Kabupaten Bogor Tolak 6 Kecamatan Masuk Kota, Bima Akan Lobi Ade Yasin

Musababnya, tanpa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan itu, masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah administratifnya sudah menjadi kesatuan wilayah fungsional.

Mulai dari fasilitas transportasi, perbelanjaan, kesehatan, lapangan pekerjaan, maupun yang lainnya. Hal itu diungkapkan Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna.

Soal Enam Kecamatan yang Akan Diambil Kota Bogor, Ini Tanggapan Bupati Ade Yasin

“Selama ini, tanpa wilayah itu diambil oleh Kota Bogor, dia sudah menjadi kesatuan wilayah fungsional walaupun secara administratif masih terpisah,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (17/7/2019).

Selain itu, kata dia, jika perluasan dilakukan, sudah pasti DPRD Kabupaten Bogor akan menolaknya, lantaran daerah pemilihan (Dapil) yang semula lumbung suaranya akan menghilang.

“Jadi nantinya pasti akan lebih memberatkan di legislatif. Keberatan disitu lebih banyak karena kepentingan politisnya lebih kuat dibandingkan dengan persoalan kesejahteraan,” jelas dia.

Karena itu, Yayat menilai, daripada perluasan wilayah menjadi sengketa, apalagi hingga perebutan, akan lebih baik menjadi wilayah kerjasama. Sehingga kedua daerah akan mendapatkan keuntungan.

“Artinya dari sisi pelayanan bisa dikembangkan, join corporation nya nanti dikelola oleh sistem layanan terpadu, jadi dikelola oleh Badan Usaha. Tapi yang menarik itu ada dua, persoalan pasar dan transportasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono mengatakan, dari kajian sederhana, DPRD Kota Bogor setuju.

Karena luas wilayah hanya 11.850 hektar dan penduduk sudah lebih dari 1 juta orang.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2014 mencapai Rp800 miliar tapi tren nya meningkat hingga tahun 2019 mencapai Rp900 miliar.

Hal itu menjadi fakta bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor meningkat.

“Ini bisa dibaca sebagai hal positif. Sudah tiga tahun mendapatkan WTP, artinya jumlah penduduk meningkat dan kinerja juga meningkat dengan percepatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami punya kapasitas pelayanan yang baik,” tuturnya.

Heri menjelaskan, penambahan wilayah ini realistis. Misal warga Ciomas yang jauh ke Cibinong untuk mendapatkan pelayanan yang signifikan serta ada juga beberapa lokasi daerah Kabupaten Bogor yang secara geografis dekat Kota Bogor.

“Dilihat dari PAD, rasional untuk administratif, tinggal disentuh Pemkab Bogor rela atau tidak diberikan ke kota Bogor,” katanya.

Politisi Golkar ini juga menuturkan bahwa wilayah yang diincar Kota Bogor diyakini sangat diuntungkan dari segi pelayanan. Apalagi rencana perluasan yang sebetulnya sudah lama.

“Ide ini bagus tinggal mekanisme realisasi seperti apa, diantaranya pertama peraturan, pembicaraan dengan kabupaten terkait wilayah mana dimasukan. Nah, sejauh ini belum ada pembicaraan dengan kabupaten, hanya ide perluasan wilayah, segera diambil langkah kongkrit salah satunya berbicara dengan Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga