Beranda Pendidikan

Cegah Tindakan Pidana Dikalangan Remaja, Lapas Cibinong Berikan Penyuluhan Hukum ke Sekolah

Kalapas Cibinong, Agung Krisna memberikan penyuluhan hukum kepada siswa.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Sebagai satuan kerja pemerintah yang memiliki core business dalam bidang pembinaan para pelanggar hukum, selain melakukan tugas fungsi pelayanan di dalam Lapas, Lapas Cibinong juga berupaya memperluas area pelayanan dengan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

Salah satu program unggulan yang diciptakan adalah program L’Cibi Goes To School, dimana Lapas Cibinong langsung bersosialisasi dengan pelajar atau remaja untuk memberikan pemahaman tentang proses penegakan hukum.

Sehingga dapat meminimalisir tingkat pelanggaran hukum di usia dini. Selain itu program ini merupakan program pendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan melayani(WBBM) yang sedang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Cibinong.

Kalapas Cibinong, Agung Krisna menjelaskan, program ke sekolah ini bermula dari perjanjian kerja sama yang telah disepakati oleh Lapas Cibinong dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

“Pada masa orientasi siswa baru tahun ajaran 2019-2020 ini, Lapas Cibinong akan berperan serta dalam memberikan materi di sekolah-sekolah menengah,” Agung mengatakan.

SMA Al-Falah Cibinong menjadi sekolah yang pertama disambangi Lapas Cibinong untuk memberikan materi dan pengetahuan kepada siswa baru tentang Sistem Peradilan Pidana Terpadu yang berlaku di Indonesia, mulai dari tingkat penyidikan, perkara di Kepolisian sampai dengan proses persidangan di Pengadilan dan ujungnya bermuara di lembaga pemasyarakatan sebagai instansi pembinaan bagi narapidana.

Para siswa sangat antusias mendengarkan materi dan sharing session dari Kalapas Cibinong, karena pbawaanya menarik dan interaktif.

“Kami ingin ikut berperan serta dalam upaya pencegahan pelanggaran hukum pada usia dini, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, tingkat kecenderungan remaja usia sekolah menengah dalam pelanggaran hukum cukup tinggi karena jiwanya yang masih labil dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan motivasi agar mereka memiliki karakter yang positif, taat pada hukum yang berlaku, serta senantiasa berperilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat.(ded)

Baca Juga