Beranda Metropolis

Penyelidikan Terhadap Ambrolnya Coran Beton Tol BORR Seksi III A Tuntas, Ini Hasilnya

Coran Tiang Penyangga Tol BORR yang ambruk, Rabu (10/7/2019) lalu.

BOGOR – RADAR BOGOR, Penyelidikan terhadap peristiwa ambrolnya coran beton di Pierhead 109 proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi III A, pada Rabu (10/7/2019) lalu oleh Komite Keselamatan Kontruksi (K2) tuntas.

K2 pun resmi melayangkan rekomendasi kepada PT Marga Sarana Jabar (MSJ) atas kejadian tersebut. Sedikitnya, ada 11 rekomendasi yang diminta komite bentukan Kementerian PUPR ini, untuk segera dilakukan.

Salah satunya mengganti General Manager (GM) pelaksana PT PP selaku kontraktor pelaksana serta leader team konsultan Manajemen Konstruksi (MK) dari PT Indec KSO.

“Kementerian PUPR selaku pembina jasa konstruksi melalui K2, meminta kepada pemilik proyek memberikan sanksi tegas kepada petugas yang lalai dan tidak bertanggung jawab sesuai hierarki. Sampai pada tingkat general manager untuk kontraktor pelaksana dan tim leader untuk konsultan MK,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Kontruksi pada Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Radar Bogor, Selasa (16/7/2019).

Syarif mengungkapkan, berdasarkan evaluasi dari sisi teknis penyebab runtuhnya sistem penyangga atau soaring pada Pierhead 109 itu, dikarenakan lemahnya struktur formwork.

Karena itu, PT PP harus membuat job safety analysis (JSA) yang berdasarkan pada statement method serta melaksanakan sosialisasi kepada pekerja sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Termasuk juga melaksanakan pemeriksaan ulang terhadap soaring dan formwork lainnya yang sudah terpasang, dan melakukan perkuatan tambahan yang didukung analisis pembebanan yang komprehensif dan disertai data material yang lengkap untuk memberi keamanan kepada pengguna jalan dan pekerja. “PT PP harus melaksanakan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) secara konsisten,” terangnya.

Agar kejadian serupa tak terulang, Syarif meminta metode kerja untuk pekerjaan Pierhead di lokasi yang belum dipasang soaring dan formwork diganti dengan metode lain yang lebih stabil sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan demikian PT PP untuk segera membuat langkah pemasangan soaring dan formwork yang mudah di mengerti dan mudah di aplikasikan di lapangan.

“Sementara, PT Indec selaku konsultan memeriksa rencana pekerjaan untuk memastikan agar soaring dan formwork yang terpasang sesuai dengan metode pelaksanaan yang disetujui,” tuturnya.

Kemudian, sambung dia, PT MSJ selaku pemilik proyek harus melakukan kontrol secara ketat terhadap kontraktor pelaksana dan konsultan MK agar menjalankan seluruh tugas dan wewenangnya sebagaimana diatur berdasarkan kontrak yang berlaku.

Disamping itu juga PT MSJ, PT PP dan PT Indec KSO harus memperbaiki prosedur izin kerja (work permit), JSA dimasukkan di bagian dalam lampiran dan harus disetujui oleh seluruh pihak.

Kemudian, perkuatan pengawasan untuk pekerjaan dengan risiko tinggi, tidak hanya bersifat administratif untuk penertiban SOP dan petunjuk teknis pelaksanaan saja, tetapi melakukan pengawasan yang ketat di lapangan.

“Kalau dilihat dari pengawasan administrasi di lapangan ini bagus sekali, tetapi dalam pelaksanaannya lemah,” beber dia.

Atas rekomendasi tersebut, Syarif menegaskan bahwa pekerjaan konstruksi proyek akan tetap dihentikan sementara. Pekerjaan bisa kembali dilanjutkan ketika seluruh rekomendasi yang diberikan dipenuhi serta dinyatakan telah memenuhi syarat oleh Komite K2 dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Pekerjaan baru dapat dilanjutkan setelah seluruh permintaan Komite K2 dilengkapi atau diperbaiki kembali seperti desainnya, gambarnya, RK3-nya, JSA-nya, serta SOP pengendalian pengawasan di lakukan oleh kontraktor dan konsultan sudah diterima Komite dan direkomendasikan untuk dapat dilanjutkan oleh Komite K2, bahkan kami minta juga KKJTJ (memberikan rekomendasi),” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT MSJ Hendro Atmodjo mengaku siap memenuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan berdasarkan evaluasi. Termasuk mengganti pimpinan proyek. “Ya, satu atau dua hari ini diganti, kita sudah rapat internal,” ungkapnya.

Hendro mengaku belum mengetahui siapa yang akan menjadi pimpinan baru di proyek nasional itu. Sebab menunggu usulan dari kontraktor. “Pengganti pimpinan itu diusulkan kontraktor dan disetujui MSJ,” pungkas dia. (gal/pkl6/pkl7)

Baca Juga