Beranda Berita Utama

Mendikbud: Sistem Zonasi Bongkar Pendidikan Sebenarnya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi.

BOGOR–RADAR BOGOR,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, sistem zonasi mengetahui kondisi pendidikan di Tanah Air yang sebenarnya.

Dengan sistem berbasis zonasi ini, sekarang semua tahu ada daerah yang tidak me­miliki sekolah atau blind spot.

Di Sulawesi Uta­ra, dengan zonasi ini juga dike­tahui berapa meter jalan yang harus dibangun, karena selama ini tidak ada jalan yang layak ke sekolah itu, ujar Men­dikbud di Jakarta, seperti di­kutip dari Antara, Senin (8/7).

Dengan diketahuinya kondisi riil pendidikan di daerah itu, maka saat ini hanya tergantung kemauan pemerintah daerah dan Kemendikbud.

Pemerintah daerah, lanjut dia, harus menyadari bahwa membangun manusia lebih penting dari segala-galanya dan itu hanya melalui pendidikan.

Kalau perlu tidak makan dulu sekarang, yang penting anak-anak sekolahnya bagus, nanti negara yang akan maju, kata Muhadjir mengibaratkan.

Pemda memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah masing-masing, sedangkan Kemendikbud memberikan solusi pada daerah melalui kebijakan pendidikan seperti hasil pemetaan ujian nasional (UN).

Hasil UN ini memberikan diagnosis pendidikan. Jadi sekolah dapat menggunakan hasil UN sebagai alat refleksi untuk peningkatan mutu pen­didikan, mulai dari pelatihan guru, ujar menteri.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan bertemu dengan peme­rintah daerah membahas apa saja persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun depan. Juga tindak lanjut dari sistem zonasi yakni untuk distribusi guru dan juga pembangunan sarana prasarana pendidikan.(ran/net)

Baca Juga