Beranda Metropolis

Sisa Anggaran Proyek RSUD Kota Bogor Tunggu TAPD

PEMBONGKARAN: Proyek pembangunan gedung RSUD Kota Bogor Blok 3 masih dalam tahap pembongkaran, kemarin (12/7). Nelvi/RadarBogor

BOGOR-RADAR BOGOR,Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengungkapkan, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) pada proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor senilai Rp11,2 miliar segera dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor.

Pasalnya, rencana yang diusulkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor untuk pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) itu bisa menunjang gedung baru agar dapat segera dioperasionalkan.

Gedung Blok 3 RSUD Kota Bogor Mulai Dibongkar, Plt Dirut Minta Kejari Ikut Awasi

“Ini baru usulan dan nanti akan bahas di TAPD, prinsipnya daripada SILPA sekaligus dalam rangka mempercepat penyediaan alkes, sehingga lebih cepat untuk siap melayani pasien, kenapa tidak,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (12/7).

Menurut Ade, usulan itu memungkinan. Namun, tentu pembahasan diperlukan agar tidak ada aturan yang dilanggar. Apalagi yang berurusan dengan hukum.

“Prinsip (memungkinkan, red) iya, tapi nanti dan harus dibahas dulu jangan sampai ada aturan yang tidak terperhatikan sehingga membuat celah hukum,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Usulan itu bisa saja diterima dan dilaksanakan. Namun, dengan catatan harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada.

“Namanya peningkatan fasilitas kesehatan pasti ditujukan untuk masyarakat, bisa saja selama dilaksanakan sesuai aturan dan ketentuan,” ungkapnya.

Gedung Blok 3 RSUD Kota Bogor Mulai Dibongkar, Plt Dirut Minta Kejari Ikut Awasi

Terpenting saat ini, kata dia, pembangunan bisa diselesaikan tepat waktu. Karena harapan itu bukan hanya ada pada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melainkan juga masyarakat. “Kita semua berharap bisa selesai tepat waktu,” tuturnya.

Sebelumnya, Plt Dirut RSUD Kota Bogor Rubaeah menuturkan, selisih antara pagu anggaran dengan penawaran hasil lelang yang terpaut Rp11,2 miliar merupakan suatu keuntungan. Sebab nilai tersebut menjadi SILPA Kas Daerah yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain di RSUD Kota Bogor.

Bukan malah menjadi kekhawatiran penurunan kualitas pekerjaan.

“Kita pagu Rp101 miliar, pemenang menawar Rp89 miliar, maka ada sisa Rp11,2 milyar, ini menjadi SILPA kas daerah dan akan kita ajukan di anggaran perubahan 2019 untuk dimanfaatkan membeli alat-alat kesehatan sebagai penunjang ruangan yang akan terisi 264 kamar tidur disitu,” bebernya.

Pembangunan gedung sendiri, kata dia, akan berlangsung sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yakni selama 210 hari terhitung sejak 17 Juni 2019.

“Target pekerjaan selesai pada 27 Desember 2019,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pekerjaan saat ini, sambung dis, telah memasuki tahap pembongkaran gedung lama serta pemagaran area yang akan dibangun. Termasuk pembuatan selasar untuk jalur masuk dan keluarnya pasien dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang perawatan atau jalan menuju ruang kamar jenazah.

“Setelah itu selesai baru ke pembuatan tiang pancang dan fisik yang lain,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga