Beranda Metropolis

Foto-foto Noven Hilang Misterius dari HP, Keluarga Bakal Lapor Presiden

Pemakaman siswi SMK Baranangsiang, Kota Bogor, Adriana Noven Cahya.

BOGOR-RADAR BOGOR, Kasus pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK Baranangsiang, hingga kini belum terungkap.

Yohanes, ayah siswi yang meregang nyawa enam bulan lalu, di Jalan Riau Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur itu pun mendesak pihak kepolisian agar bisa segera mengamankan pelaku yang telah lama berkeliaran.

“Jangan sampai terlalu lama dibiarkan karena membahayakan. Itu yang saya khawatirkan. Karena ini kan nyawa manusia, jadi tidak bisa dibiarkan begitu saja dengan bebas di luar sana,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis (11/7/2019).

Yohanes mengaku bingung, lantaran tak ada kejelasan sampai kapan harus menunggu. Bahkan, menjadi tanda tanya besar atas kasus anaknya itu yang terkesan dikunci rapat-rapat. Jika kendala polisi bukan hanya terkait rekaman CCTV, menurutnya lebih baik disampaikan kepada pihak keluarga.

“Jadi terus terang kita disini tidak akan diam. Kita tetap melangkah, segala cara kita tempuh juga. Cuma memang saat ini kami kesulitan komunikasi karena sepertinya sudah kepantau,” ungkapnya.

Yohanes menerangkan kenapa dirinya merasa dipantau. Musababnya, foto-foto pemakaman anaknya tiba-tiba hilang di galeri handphone miliknya. Bahkan, juga di milik istri, anak maupun kakak iparnya.

Hal itu dia ketahui dua minggu lalu ketika sedang memeriksa gadgetnya itu. Bukan hanya foto pemakaman, melainkan juga foto-foto mendiang anaknya bersama teman-teman di sekolahnya.

“Saya tidak tahu ini sebenarnya ada apa. Itu (foto, red) hilang dengan sendirinya, kita tidak menghapusnya. Ini baru diketahui dua minggu ini. Jadi komunikasi saya sepertinya ada yang mengawasi. Jadi saya mau komunikasi atau melangkah itu kayanya sudah diikuti. Itu yang saya rasakan. Mudah-mudahan sih tidak, cuma banyak keanehan,” bebernya.

Rencananya, Yohanes akan mendatangi Polda Jawa Barat dalam waktu dekat ini. Dia ingin mengetahui perkembangan kasus yang meregang nyawa anaknya itu.

Terlebih, sekitar satu pekan lalu dia memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada Kapolri, Jendral Tito Karnavian, melalui media sosial Facebook untuk meminta bantuan pihak kepolisian agar segera mengungkap kasus anaknya.

Hal itu dia lakukan lantaran jalan keluar yang dirasa sudah buntu. “Saya tidak mengurangi rasa percaya saya kepada pihak kepolisian dan tetap menghormati kepolisian. Tapi mungkin lebih baik kan saya menyampaikan ke yang lebih atas lagi. Soalnya saya tidak tahu, saya yakin kejadian yang tidak terekam CCTV juga bisa terungkap,” jelas dia.

Jika masih tak mendapat kepastian, dia akan mencari cara untuk bisa menyampaikannya pada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “Saya ingin melangkah ke presiden juga, cuma itu mungkin nanti,” pungkasnya. (gal/c)

Baca Juga