Beranda info bogor

Hafa Coffee and Kitchen Cafenya Kaum Hawa di Kota Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR,Belum genap tiga bulan hadir di Kota Hujan, Hafa Coffee and Kitchen langsung populer dikalangan kaum milenial, khususnya warga Kota Bogor.

Salah satu cafe yang berada dikawasan dengan sederet cafe dan restaurant di wilayah Jalan Pandu Raya tersebut tampaknya hingga kini masih menjadi top in place pilihan tempat kongkow kaula muda yang kekinian.

Dengan menghadirkan art deco atau gaya 80-an, yang terpadu unsur rose gold pada konsep bangunan cafenya, wajar saja cafe yang sedang naik daun ini melekatkan daya tarik kaum hawa yang sangat instagramable.

Interiornya terasa clean dan cozy dengan area meracik kopi yang terbuka, menambah rasa nyaman sambil menikmati beragam menu yang tersedia. Harga yang dibanderol relatif standar berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 60 ribu. Ada beberapa pilihan menu yang menjadi favorit di cafe milik pasangan selebgram ini, salah satunya pada minuman terdapat “manual brew” dan hafa kopi sedangkan pada
makananya “cheeze baked rice”.

“Mungkin kebanyakan cafe di Bogor identik sama indekstrial hitam coklat. Saya sedikit merubah mindsetnya dari cofeeshop pada umumnya, dengan warna dinding kearah pastel mood. Saya coba usung sisi instagramable nya. Karena saya dan istri ada dikategori hijabbers, jadi market fashion target saya memang 90% perempuan. Alhamdulillah target yang saya bikin buat Hafa Coffe ini tersampaikan,” beber Farhad, sang pemilik cafe kepada Radar Bogor, akhir pekan lalu.

Farhad menjelaskan, cafenya yang belokasi di Jalan Achmad Adnawijaya, Pandu Raya No.3, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor itu dapat menampung lebih dari 100 pengunjung. Dengan kapasitas 70 pax untuk indoor dan 50 pax untuk outdoor atau smoking area.

Tak hanya itu, pria yang juga selebgram tersebut menambahkan, ada beberapa fasilitas yang disediakan oleh Hafa Cafe, seperti vip room yang bisa digunakan sebagai private place, mushollah dan studio foto yang berada dilantai dua Hafa Cafe.

Lebih dalam, Farhad mengungkapkan, guna merangkul para pecinta kopi di Hafa Cafe yang mayoritas merupakan wanita berhijab. Pihaknya membentuk suatu program konsep workshop kajian di Hafa Cafe yang dilakukan dalam satu bulan sekali, dengan mendatangkan ustadz sebagai pemateri.

“Jadi kami punya konsep ngopi sambil ngaji. Saya juga pengen workshop saya jadi amal jariyah, bukan cuma kegiatan orang dateng ngopi saja. Atau nongkrong dan ketawa-ketiwi saja. Kami ingin fasilitas ditempat ini bukan sekedar bermanfaat buat owner, tapi orang banyak juga mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya. (cr2/c)

Baca Juga