Beranda Metropolis

Ayo, Datang dan Saksikan Helaran Seni Budaya HJB Ke-537

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan acara Helaran Seni Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-537 pada, Minggu (30/06/2019) mendatang yang dipusatkan di jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, dengan mengusung tema “Melalui Seni Budaya, Bogor Guyub dan Damai”.

Ketua Panitia HJB Ke-537, Achsin Prasetyo menuturkan, acara Helaran Seni Budaya Start di Balai Kota pukul 06.00 WIB, kemudian iring-iringan akan melewati jalan Jendral Sudirman dan finish di Air Mancur.

“Untuk titik kumpulnya semua peserta di eks Gedung DPRD Kota Bogor,” katanya saat mengikuti briefing staf rutin di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (25/06/2019).

Tari Rampak Kendang Wanoja akan membuka acara kemudian akan diikuti iring-iringan penari dan pasukan Kujang Pajajaran. Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD dan pimpinan Muspida lainnya akan berkuda, kemudian diikuti istri-istrinya dengan menaiki kereta kencana.

Selain itu akan ada parade Fashion show pengrajin Batik Bogor. Tak ketinggalan kepala OPD dan karyawannya mengikuti dengan memakai pakaian adat sunda. Ada juga iring-iringan jampana perwakilan dari 6 kecamatan dengan melibatkan masyarakat perwakilan dari setiap kelurahan juga diikuti iring-iringan dari komunitas dan sanggar.

“Khusus untuk kepala dinas, sekretaris dan kepala bidang menggunakan pakaian adat nusantara,” ujarnya.

Dia menerangkan, berdasarkan hasil evaluasi dan arahan dari Wali Kota Bogor bahwa untuk penyelenggaraan Helaran Seni Budaya harus mengedepankan kualitasnya bukan kuantitasnya.

“Jadi peserta kami batasi estimasi hanya 40 grup (25 dari sanggar dan seniman, 15 grup OPD) agar rangkaiannya tidak terlalu panjang,” katanya.

Untuk tahun ini tidak diperkenankan menggunakan mobil hias. Akan tetapi masih ada iring-iringan kuda dan kereta kencana serta parade fashion show dari pengrajin batik Bogor.

“Diharapkan tahun ini acaranya lebih nyaman disaksikan para wisatawan atau pengunjung dan kegiatan ini harus didesain sebagai simbol kebersamaan,” kata Achsin.

Mengenai rekayasa lalu lintas kata dia, sepanjang jalan Ir. H. Juanda tidak ada penutupan jalan dan Car Free Day (CFD) tetap dilaksanakan. Untuk pemasangan panggung utama berada di tengah jalan, tepatnya di jalan Jendral Sudirman atau depan Museum PETA.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat berharap agar Helaran Seni Budaya bisa berjalan dengan lancar, menjadikan ajang promosi dan memperkenalkan budaya Bogor kepada masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Bogor.

“Saya ingin helaran HJB ini memiliki dimensi lebih, tidak hanya sekedar SPJ. Kami ingin mendatangkan wisatawan datang ke Kota Bogor untuk menginap dan makan sehingga pajaknya menambah PAD Kota Bogor,” katanya.

Apalagi Pemkot Bogor menargetkan tahun ini PAD sebesar Rp 1 Triliun dan sementara ini baru tercapai Rp 944 Miliar atau kurang Rp 56 Miliar. Untuk itu harus ada upaya untuk meningkatkannya, termasuk di BUMD melalui program dan inovasinya.

“Rp 56 Miliar itu sangat memungkinkan kita peroleh, dari sektor pajak dan retribusi dimaksimalkan, termasuk di RSUD Kota Bogor,” tuturnya. (Humpro :SZ//Indra/Dira/El:PKL)

Baca Juga