Beranda Bogor Raya

Jalur Puncak II Bogor-Cianjur Dibiarkan Hancur

PARAH: Kondisi jalan Jalur Puncak II kian hari makin mengenaskan. Sementara, kondisi jalan yang sudah dicor saat ini samakin rusak dan tak terawat. Foto Radar Cianjur

SUKAMAKMUR-RADAR BOGOR, Proyek pembangunan Jalur Puncak II yang menghubungkan Kabupaten Bogor dangan Kabupaten Cianjur, hingga kini masih memprihatinkan. Padahal, proyek yang dibangun untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan di Jalur Puncak itu sudah digagas sejak bertahun-tahun silam.

Pembangunan ruas jalan poros timur itu sendiri sejatinya sudah mulai dikerjakan. Akan tetapi, tiba-tiba terhenti lagi sejak akhir tahun 2015 lalu. Alasannya, lantaran belum mendapatkan lagi alokasi dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, H Nanang Rohendi mengaku sangat menyayangkan proyek itu berhenti di tengah jalan dan tak ada kejelasan hingga kini.

Padahal, proyek yang sebelumnya ditargetkan bisa rampung pada tahun 2017 itu bisa memberikan berbagai manfaat bagi warga yang tinggal di sekitar jalur tersebut, terutama Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor dan Cipanas Cianjur.

“Selama ini kami dan masyarakat sekitar Desa Batulawang, Cipanas, yang menjadi jalur lintasan Puncak II, masih melakukan pembetulan jalan sedikit demi sedikit. Karena jalan yang dilalui tersebut beberapa, sudah mulai rusak,” papar Kades.

Ia mengatakan, jika adanya rencana akan kembali dibangun jalur Puncak II, sebagai pemerintah desa yang dilewati jalur tersebut, sangat diharapkan bisa secepatnya terealisasi, dan bahkan bisa bersama-sama merawatnya.

Kades mengkhawatirkan akan menambah jalan yang rusak dan berbolong. “Padahal sebagain jalan itu sudah diaspal hotmix sepanjang jalur Loji-Cikujang. Tetapi keadaannya kini sudah mulai rusak lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, warga pun sangat mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya para pengguna jalan yang melintas ke jalur Puncak II, cukup banyak yang melintas. “Memang yang mendominasi melewati jalur itu, kebanyakan dari tukang sayur,” ujarnya.

Ia berharap, ketika memang nantinya direalisasikan kembali, jalur Puncak II ini menjadi salah satu ladang ekonomi bagi warga sekitar. Artinya ada beberapa yang bisa jualan dan bagi petani pun akses jalannya bisa lebih mudah, lancar.

Salah seorang warga setempat, Deden (40) mengaku, dirinya sangat menginginkan sekali adanya kembali pembangunan jalur puncak ini. Pasalnya, sebagai petani sayur di Kampung Sindangsari ini, akan terbantu jika akses jalan menuju Bogor maupun ke Jakarta, bisa lancar dan baik. “Memang, selama ini juga saya kalau akan menjual hasil sayur ke Jakarta, sering melalui jalur Puncak II,” ujarnya.

Kendati akses jalan masih belum layak, tetapi dirinya memilih jalur ini karena lebih dekat dan tidak akan terlalu macet. Apalagi saat Ramadan dan jelang lebaran kemarin-kemarin, cukup padat dan macet juga.

“Jadi jalur ini sangat membantu sekali ketika jalur Puncak lama tengah padat dan macet parah. Lewat jalur ini sangat membantu kami sebagai pengguna dekat ke Bogor,” kata Deden.(dan)

Baca Juga