Beranda Bogor Raya

36 Kilometer Infrastruktur Jalan Desa di Kecamatan Tanjungsari Masih Tanah

TANJUNGSARI-RADAR BOGOR, Infrastruktur di desa-desa Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, hingga kini masih berupa tanah dan batu.

Akibatnya, mobilitas masyarakat di sepuluh desa itu terhambat lantaran akses jalan mereka masih termarjinal.

Data dari Kecamatan Tanjungsari mencatat, higga saat ini masih ada 36,4 kilometer jalan desa yang masih berupa tanah dan batu itu.

Saat ditemui, Camat Tanjungsari, Ahmad Kosasih mengatakan, jalan-jalan desa yang rusak tersebut itu di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Tanjungsari.

Dari 65,7 kilometer, jalan yang sudah diaspal atau beton baru 29,3 kilometer. Sedangkan jalan yang masih tanah dan batu itu sampai 36,4 kilometer.

“Masih banyak (jalan yang rusak),” katanya saat ditemui Radar Bogor, Rabu (12/6/2019).

Ahmad Kosasih mengaku, pihaknya sudah mendesak para aparatur desa untuk mempercepat pembangunan jalan dengan menggunakan anggaran desa yang ada. Desakan itu bukan tanpa maksud, mengingat jalan desa merupakan akses vital bagi warga-warga sekitar.

Dia meyakini, jika semua kampung sudah terhubung dengan jalan desa, ia meyakini, mampu meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Karena jalan desa yang masih batu, butuh waktu lama dan ongkos lebih tinggi untuk menjual hasil pertanian. Nah, jika semua sudah bagus, ini bisa mengurangi ongkos warga dan meningkatkan penghasilanya,” lanjut dia.

Dia mematok target, pada 2023 mendatang, seuruh jalan desa di Kecamatan Sukamakmur sudah beraspal dan dibetonisasi

Selama ini dia melihat ada beberapa faktor yang menjadi kendala pembangunan jalan-jalan desa di Kecamatan Tanjungsari. Seperti halnya anggaran terbatas, kondisi wilayah perbukitan juga pemukiman terpencar.

“Paling terasa adalah pemukiman yang terpencar. Seperti di Kampung Cipacar, Desa Buana Jaya. Jarak antar rumah itu sampai 500 meter,” imbuhnya.

Sementara itu, Nandang Mulyawan (45) warga RT 01/02, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari , Kabupaten Bogor, Berharap pembangunan jalan terus dilakukan agar warga Tanjungsari yang selama ini merasa dianaktirikan bisa berkembang.

“Kecamatan Tanjungsari ini berada, letaknya di ujung. Perbatasan dengan Cianjur. Saya harap pembangunan bisa merata. Jangan hanya desa-desa dekat pusat pemeritahan saja,” tukansya. (all/c)

Baca Juga