Beranda Metropolis

Cegah Warga Buang Sampah ke Sungai, Pemkot Bangun 7 TPS di Sepanjang Ciliwung

Sungai Ciliwung

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal membangun tujuh tempat pembuangan sampah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

Selain merupakan bagian dari pelaksanaan program naturalisasi, keberadaan TPS nantinya diharapkan mampu menghilangkan kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah ke sungai.

Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, upaya membersihkan Ciliwung dari sampah sejatinya tidak cukup hanya dengan penambahan tujuh unit TPS.

Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan lah yang mestinya terus ditekankan. Dan hal itu mesti dibarengi dengan keterampilan pengelolaan sampah.

“Harapannya kedepan, masyarakat dengan kesadarannya sendiri tidak akan membuang sampah ke sungai. Kemudian pemerintah akan mencoba memfasilitasi dengan berbagai cara, seperti sosialisasi membuat recycle center dan lain-lain,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Senin (10/6/2019).

Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Elia Buntang menambahkan, anggaran pembangunan tujuh unit TPS mencapai Rp400 juta.

Elia menegaskan, program penambahan TPS tersebut diharapkan dapat dimaksimalkan warga sebagai sarana penampung sampah yang terlebih dahulu sudah dipilah.

“Jadi bukan seperti kebiasaan lama yang terbiasa dengan istilah kumpul, angkut, buang. Tapi warga harus dipaksakan memilah sampah organik dan nonorganik sebelum membuangnya ke TPS,” tegasnya.

Sembari berjalannya pembangunan TPS, DLH akan membuat perjanjian dengan warga agar mau memulai budaya memilah sampah sebelum dibuang ke TPS.

Tujuh TPS sedianya akan dibangun dua titik di wilayah Kecamatan Bogor Timur yakni, RW 01 Kelurahan Tajur. Tiga titik di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, satu titik di Kecamatan Bogor Utara yakni, kelurahan Kedung Halang dan satu titik di Kecamatan Tanah Sareal di wilayah Perumahan Grande, Kelurahan Sukaresmi.

“Kuncinya, kalau masyarakat memilah sampah kita tidak memerlukan TPS sebetulnya. Karena mau sebagus dan sebanyak apapun sarananya, kalau kesadaran dari masyarakatnya masih kurang, tidak akan pernah menemukan solusi,” jelasnya.(cr2/c)

Baca Juga