Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Ponpes Assalafiyah Al-Karimah, Targetkan Santrinya Khatam Lima Kitab

BOGOR-RADAR BOGOR, Para santri di Pondok Pesantren Al Karimah, Jalan Raya Pemda, Kelurahan Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, menargetkan khatam lima kitab di bulan Ramadan.

Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah Al-Karimah, KH Ahmad Junaedi Karim, kemarin (16/05). Ahmad menjelaskan, untuk membaca cepat pula dapat menghafal, ia menerapkan metode tamyiz pada para santrinya.

Untuk santri yang memahami metode tamyiz, menurut Ahmad, tidak sulit untuk mencapai target ponpesnya pada ramadan, yakni khatam lima kitab dalam satu bulan. Metode lain yang sama, lanjut dia, Amtsilati pada Ilmu An Nahwu.

“Keduanya juga sama. Tamyiz itu yang diambil dari beberapa kitab. Cara mudah membaca Alquran dan mengerti kitab-kitab serta maknanya. Jadi para santri dapat menyelesaikan target di ramadan ini, ” ungkap KH Ahmad Junaedi Karim kepada Radar Bogor.

Lebih lanjut, Ahmad memastikan para santrinya memiliki akhlak dan kepribadian yang baik. Hal itu dilihat dari santri yang menerapkan beberapa ilmu yang didapat dari kitab. Salah satunya Ilmu Fiqih, yang kerap Ahmad ajarkan kepada 250 santri di pondoknya itu.

Bagi Ahmad, Ilmu Fiqih seperti itu dapat membawa manusia ke dalam fase mawas diri dan menghargai. Dia juga menegaskan, orang yang memahami Ilmu Fiqih kemudian menerapkan pada kehidupannya sehari – hari, tak akan pernah membandingkan mana hebat atau tidak.

Sebab, lanjut dia, Fiqih diajarkan untuk lebih terperinci dalam melakukan ibadah dan interaksi antar sesama manusia. “Lebih rinci dan jelas. Misalnya orang yang wudhu ketika yang paham Fiqih maka akan disebut batal. Tapi kalau orang itu wudhu atas dasar ilmu Imam Abu Hanifah ya sah – sah saja,” kata dia mencontohkan.

Dengan begitu, nantinya para santri akan lebih paham dan memaklumi apa yang akan dia temui di kehidupan sekitarnya. Bahkan, dia juga berharap, Ilmu Fiqih yang dipelajari dapat diterapkan dengan benar, agar tidak berprasangka buruk ketika melihat adanya perbedaan dalam memahami agama serta tata cara yang dilakukan.(cr1/c)

Baca Juga