Beranda Metropolis

Tepis Isu Penggusuran, Pemkot dan Warga Pulo Geulis Buat Kontrak Politik

Suasana audiensi warga Pulo Geulis dengan Pemerintah
Kota Bogor terkait penataan kawasan mereka, kemarin.

BOGOR-RADAR BOGOR,Pertemuan antara Wali Kota Bogor dan warga Kampung Pulo Geulis Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah menghasilkan kesepakatan.

Kesepakatan itu dituangkan dalam kontrak politik yang menyepakati tak akan ada penggusuran pada warga, khususnya di RW 04 terkait dengan rencana penataan kawasan tersebut.

Tepis Isu Penggusuran, Pemkot dan Warga Pulo Geulis Buat Kontrak Politik

“Saya minta disusun saja, saya minta sekarang ditunggu di Balaikota,” ujar Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto usai bertemu dengan warga di Kampung Pulo Geulis, kemarin (14/5).

Bima menilai adanya miss komunikasi mengenai rencana penataan tersebut. Namun, ada satu hal yang menjadi keresahan warga, yaitu traumatik pada rencana pembangunan Rusunawa pada 2010 di wilayah tersebut.

“Mungkin karena warga agak trauma, ya, pada 2010 kan ada rencana pembangunan rusunawa di sini, jadi begitu ada rencana penataan disini banyak spekulasi,” ungkapnya.

Penataan di Pulo Geulis, kata Bima, menitikberatkan pada dua hal. Yakni peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemberdayaan manusianya. Sehingga tak ada sangkut pautnya dengan isu penggusuran warga.

“Saya jelaskan di sini poin-poinnya tadi bahwa tidak akan ada penggusuran saya jamin tidak akan ada penggusuran,” tegas dia.

Selain itu, Bima juga meyakinkan bahwa dalam proses realisasi penataan wilayah itu, warga akan dilibatkan.

Rencana Penataan Pulo Geulis-Sempur Sudah 90 Persen

Beberapa kali dia melakukan sosialisasi ingin warga berpartisipasi mewujudkan penataan yang kolaboratif. Karena menurutnya tak mungkin memaksakan konsep yang warga sendiri menolaknya.

“Pasti akan ada proses yang melibatkan warga. Jadi warga harus selalu didengar, kita harus memuliakan warga, mendengarkan warga setiap keberatan warga, pasti kita gitu,” terangnya. (gal/ysp)

 

Baca Juga