Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Madrasah Al Raudah Taman Yasmin, Berharap Jadi Pondok Pesantren

Halaqah Quran rutin diadakan di Madrasah Ar Raudhah di bulan puasa ini.

BOGOR-RADAR BOGOR, Madrasah Al Raudah memiliki asrama santri yang berada di lantai dua Masjid Raya Taman Yasmin, Jalan Cemara, Cilendek Timur, Bogor Barat, Kota Bogor.

Sebanyak 43 santri mengikuti program tahfidz atau penghafal Quran ada di sana.

Madrasah Al Raudah yang berdiri sejak dua tahun lalu, tepatnya 2017, memiliki impian untuk menjadi Pondok Pesantren. Berikut harapan mereka dengan asrama dan ruangan layaknya ponpes kebanyakan.

Pengajar Halaqah Quran, Arif Amirudin mengungkapkan, jika kegiatan para santri sangat produktif di ramadan kali ini. Mulai dari halaqah quran, tasmi, hingga ibadah rutin tak lupa dikerjakan sebagai penopang untuk menjadi tahfidz.

Pria asal Jawa Timur ini membeberkan, kegiatan para santri berawal sebelum adzan subuh berkumandang.

Mereka siap menunaikan salat tahajud, kemudian dilanjutkan Halaqah Quran atau mengulang hafalan Quran dengan para pendamping sebagai pengoreksi hafalan. Kegiatan itu berlangsung hingga adzan subuh.

“Sebelum subuh santri sahur bersama. Setelah sahur dan salat subuh santri melanjutkan halaqah lagi sampai setengah tujuh,” kata Arif kepada Radar Bogor, kemarin.

Santri mendapatkan waktu istirahat dari jam 06.30 hingga pukul 08.00 pagi. Santri kembali melakukan halaqah quran pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB. “Kegiatan itu rutin dari Senin sampai Kamis,” imbuhnya.

Arif menambahkan, kegiatan berbeda dilakukan pada Jumat pagi. Seluruh santri mendapat giliran untuk diuji hafalannya di depan jamaah. Santri yang dipilih nantinya maju ke depan kemudian membacakan satu juz hingga tiga juz secara acak.

Menurut Arif, kegiatan itu dilakukan agar para santri terbiasa untuk mengucap hafalannya di depan banyak orang. Dengan begitu, lanjut Arif, hafalan yang dimiliki santri menjadi terbiasa diucapkan. Kendati demikian, Arif mengakui tingkat penghafalan para santri berbeda-beda.

“Ada yang bisa menghafal dengan cepat dan ada juga yang tidak. Intinya tergantung seberapa banyak santri melatih dan membaca Quran,”tukasnya.

Dia mengatakan, santri Madrasah Al Raudah ini berasal dari berbagai daerah. Mulai dari Bogor, Cirebon hingga Kalimantan. Untuk santri yang bermukim di lantai dua Masjid Raya Taman Yasmin sebanyak 13 orang, dan 40 di antaranya berkediaman di Kota Bogor.

Arif mengaku, madrasah memiliki rencana untuk dijadikan pondok pesantren. Namun, dia juga belum mengetahui kapan hal itu terealisasikan.

Bagi Arif para santri memiliki tingkat kenginan yang besar untuk menjadi seorang tahfidz di kemudian hari.

Hal itu dia lihat dari semangat para santri dalam menjalankan tugas serta hafalan sebagai pokok dari program yang sedang mereka jalankan.

Arif merasa bangga di zaman milenial saat ini masih ada anak-anak yang ingin menjadi penghafal Quran.

“Pastinya kapan saya tidak tahu. Saya cuma bisa berharap dan untuk para santri Saya harap agar kelak para santri dapat menjadi penerus ulama besar, ” tandasnya. (cr1/c)

Baca Juga