Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Ponpes Ummul Quro Leuwiliang Berbagi Bersama Anak Jalanan

BOGOR-RADAR BOGOR, Pondok Pesantren Ummul Quro Al Islami, Jalan Moh Noh Noer RT04/04 Kampung Banyusuci, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menekankan tingkat kepedulian di Ramadan tahun ini dengan berbagi ke anak jalanan.

Mendengar kisah kerasnya hidup di jalan, para santri terharu dalam kegiatan buka puasa bersama anak jalanan di Institut Ummul Quro Al Islami, Sabtu (11/5/2019) lalu. Acara tersebut menjadi rangkaian kegiatan para santri Ummul Quro Al Islami

Salah seorang pengajar, Ustad Syamsul Rizal mengatakan, kegiatan berbagi dengan anak jalanan itu sekaligus menjadi kegiatan pembeda dengan ramadan sebelumnya. Dalam acara tersebut, kata dia, mendengarkan cerita dari salah seorang anak jalanan, yang menjadikan haru para santri saat mendengarkan.

Menurut Syamsul, kegiatan semacam ini dilakukan agar para santri mengetahui bagaimana pedih dan kerasnya hidup di jalan. “Mereka jadi tahu bagaimana ganasnya hidup di luar. Mereka juga bisa bersyukur telah dipondokkan orangtuanya,” tutur Syamsul.

Pada ramadan ini, lanjut Syamsul, banyak kegiatan berbeda yang dilakukan santri. Pasalnya, para santri kini tidak diperbolehkan makan takjil dengan bebas. Santri diharuskan untuk turut berbaris di masjid pondok, kemudian menunggu saatnya berbuka dengan membaca Alquran.

“Kalau sebelumnya para santri bebas mau makan di mana saja, sekarang tidak. Setelah itu santri mendengarkan kultum yang mengisinya santri juga dengan tema ceramah yang sudah ditentukan sebelum ramadan. Sesudahnya para santri lanjut salat tarawih,” paparnya.

Syamsul mengaku, kegiatan tersebut sudah direncanakan sebelum datangnya ramadan. Mulai dari seleksi pengisi ceramah Kuliah Tujuh Menit (Kultum) hingga bilal.

“Kegiatan para santri lebih banyak membaca Quran dari magrib sebelum dan sesudah salat tarawih kemudian sesudah salat subuh,” paparnya.

Rektor Kampus Ummul Quro Al Islami, yang juga Sekretaris Pondok Pesantren Ummul Quro , Saeful Falah membeberkan, jumlah santrinya mencapai 4.000 dari berbagai daerah di Indonesia. Selain Kota Bogor, Bekasi, Jawa Tengah, Papua, hingga Nusa Tenggata Timur (NTT).

“Bahkan saat itu sempat ada dari Malaysia, namun karena mengurus visa pendidikan di Indonesia sulit maka terpaksa kembali lagi ke negaranya,” beber Saeful.

Saeful menyebut, Yayasan Pendidikan Ummul Quro Al Islami memiliki tiga perangkat pendidikan. Terdiri dari pondok pesantren, universitas, dan pondok tahfidz yang memiliki 21 penghafal.

“Kita sebar juga mereka untuk menjadi imam di masjid-masjid wilayah sekitar. Mereka sudah punya modal hafal Quran juga qiroahnya bagus, jadi kita tawarkan ke masyarakat setempat untuk juga mengisi kultum di sana. Kan sekarang banyak tuh, ada masjid tetapi susah imamnya makanya kita sebar para santri,” ungkapnya.

Dia juga berharap agar program yang sudah ada menjadikan para santri untuk lebih merasakan nikmatnya ramadan. Selain itu, lanjut dia, agar santri terus mengejar pahala di bulan suci ramadan ini.

” Di masjid seperti daerah Cigudeg, Ciangsana, Cibungbulang dan sekitarnya. Ya kan di ramadan ini pahala sedang diobral jadi diharapkan para santri dan masyarakat mengejar pahala di bulan suci ini, ” kata Saeful memungkasi. (cr1/d)

Baca Juga