Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Pesantren Al Ghazaly Tanamkan Cinta Mengaji kepada Santrinya

BOGOR-RADAR BOGOR, Pondok Pesantren Al Ghazaly, Kota Bogor, menanamkan untuk cinta mengaji, berjamaah, dan kebersamaan di ramadan ini. Kegiatan yang berbeda pada ramadan ini, para santri salat tarawih berjamaah. Imam, bilal serta Kuliah Tujuh Menit (Kultum) dilakukan sendiri.

“Kami selalu mengingatkan para santri untuk selalu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Minimal lewat doa sehari-hari mereka, dari hasil cinta mengaji dan kebersamaan tadi,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Ghazaly, Jalan Cempaka, Kota Paris, Kebon Kelapa, Bogor Tengah, KH Muhammad Mustofa Abdullah Bin Nuh, atau akrab disapa Kyai Toto, Minggu (12/5/2019).

Pada bulan suci ini, kata Kyai Toto, usai salat tarawih berjamaah para santri dilanjutkan tadarus kemudian beristirahat. Usah salat subuh, mereka belajar seperti biasa ada yang masuk sekolah pada jam pagi dan siang hari. “Selain itu, kami menitikberatkan santri untuk bisa membaca kita kuning, paham fiqih dan mempelajari tasawuf,” paparnya.

Toto mengatakan, pemahaman tentang ilmu fiqih agar para santri mengetahui bagaimana cara beribadah dan tahu aqidahnya. Bahkan, para santri juga dibentuk agar memiliki akhlak baik melalui pelajaran tasawuf. Terlepas dari kegiatan itu, para santri di ramadan ini seperti biasanya, mengaji, belajar, dan melaksanakan kegiatan sekolah.

Dalam menerapkan hal itu, Toto memastikan para pengajar atau guru di Ponpes Al Ghazaly memiliki pengetahuan yang sama dan sejalan dengan Nabi Muhammad SAW. Para pembentuk karakter, lanjut Toto, merupakan faktor utama agar terciptanya santri yang diinginkan.

“Sekarang kalau kita tidak mengikuti guru yang benar, biasanya yang tidak sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW maka yang keluar dari mulut mereka itu mayoritas caci maki kepada yang lainnya, inilah yang kita hindari,” pesannya. (cr1/c)

Baca Juga