Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Pondok Pesantren Hilal Kota Bogor, Ramadan Terapkan 3K pada Santri

Jemaah ibu-ibu dari masyarakat sekitar mengikuti pengajian usai salat sunah berjemaah, yang rutin diadakan Ponpes Hilal Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Memasuki ramadan tahun ini, 1440 Hijriyah, Pondok Pesantren (Ponpes) Hilal Bogor memaksimalkan ramadan untuk meraih takwa.

Para santri di Ramadan ini melakukan tiga bagian tema yang diusung yaitu, Komitmen, Komunikasi, dan Koordinasi (3K).

Upaya dalam memaksimalkan ibadah selama ramadan, Ketua Yayasan sekaligus Ketua pengelola Ponpes Hilal Bogor, H Agus Munoro menjelaskan, salah satunya dengan ibadah. “Ramadan ini para santri diwajibkan untuk salat berjamaah di masjid tepat waktu,” tegasnya.

Selain salat lima waktu, dia juga memastikan para santri wajib melaksanakan salat sunah. Mulai dari salat sunat rawatib, hingga salat duha. “Termasuk tahajud, di luar salat tarawih. Minimal santri melaksanakan salat sunat sebanyak empat rakaat sebelum sahur,” ujar Agus kepada Radar Bogor di taman Ponpes Hilal Bogor, kemarin.

Selanjutnya, tambah Agus, untuk para santri jika memiliki rejeki lebih, pihaknya selalu mengingatkan agar bersedekah atau infak. Beberapa hal tersebut, kata Agus, untuk memaksimalkan ibadah di bulan ramadan.

“Itu Maksimal ibadah. Ada juga maksimalkan belajar. Jadi bukan berarti ketika puasa, santri malah lemes dan tidak melakukan apapun. Tetapi justru di saat ramadan, waktu yang biasanya digunakan untuk kongko dan makan-makan itu tidak ada, justru sebagai belajar, ” ungkapnya

Memaksimalkan belajar yang dimaksud, sambung dia, dengan mempelajari Alquran. Sebab, Alquran adalah firman Allah yang diturunkan di bulan ramadan. Dalam sebulan, santri diwajibkan khatam dua kali.

“Itu diharuskan. Caranya mudah, kita fasilitasi santri setelah salat cukup membaca Quran selama 15 menit. Dan ternyata 15 menit itu tujuh halaman. Kalau tujuh halaman dikali lima berarti 35 halaman. Di samping itu, untuk menggenapkan menjadi 2 juz bahkan 3 juz, santri dapat membaca Quran di waktu kosong,” bebernya.

Dalam membaca Quran, tambah Agus, santri juga diarahkan agar tidak hanya membaca suratnya. Tetapi, arti di tiap hadits yang dibaca difahami untuk kemudian diterapkan. Pada bagian ketiga bedasarkan tema yang diusung Ponpes Hilal Bogor, santri diwajibkan memaksimalkan kerja atau karyanya, seperti menjaga kebersihan dan kerapian pondok.

“Bagi santri yang memiliki kemampuan dalam mengaplikasikan komputer misalnya, diperbolehkan untuk membuat karya. Hal itu agar santri ada aktivitas selama berpuasa, tidak mengurangi kegiatan saat puasa,” imbuhnya.

Ketiga program tersebut, lanjut Agus, yang membedakan kegiatan para santri di ramadan tahun ini dengan ramadan tahun lalu. Kendati, tidak menutup kemungkinan adanya santri yang menjalankan ketiga program tersebut secara terpaksa, namun menurutnya berawal dari keterpaksaan kemudian menjadi kebiasaan nantinya.

“Ya tak apa, namanya anak muda di awal-awal terpaksa tetapi berujung kebiasaan. Agar nantinya santri melakukan hal tersebut berdasarkan kesadaran sendiri,”tukas Agus.

Untuk menghindari hambatan, Agus juga membentuk koordinator sebagai pengawas jalannya ketiga program tersebut. Santri yang terpilih sebagai koordinator untuk santri lainnya.

“Ada koordinator ibadah, taklim dan ada koordinator kerja atau karya. Koordinator itu santri juga, yang tugasnya mengingatkan santri yang lalai dalam menjalankan program tersebut,” paparnya.

Tidak ada sanksi yang diberikan bagi santri yang lalai pada program tersebut. Bagi Agus, hal itu dikarenakan agar seluruh kegiatan dijalankan berdasarkan keinginan santri.

Lebih lanjut, Agus juga menanamkan Komitmen, Komunikasi, dan Koordinasi, sehingga ketika santri mengalami kendala dalam menjalankan program, santri mengetahui bagaimana cara untuk menyelesaikan kendala tersebut.

“Di sini (Ponpes.red) saya membebaskan santri, jadi seakan-akan Ponpes ini dikelola mereka,” terangnya. Agus berharap, ketika santri kembali ke masyarakat santri dapat menjadi pemimpin dan berbagi ilmu dalam mengajarkan keislaman pada masyarakat nantinya. (cr1/c)

Baca Juga